RAPAT TEPRA - Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Sulteng Richard A Djanggola melaporkan realisasi APBD hingga 30 Juni di Ruang Polibu Kator Gubernur Sulteng, Jumat, 5 Juli 2019. (Foto: Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Sulteng  Richard A Djanggola yang juga selaku Sekretaris Tepra mengungkapkan realisasi APBD Sulteng hingga 30 Juni mencapai Rp1,381 triliun atau 31,82 persen dari total pagu anggaran Rp 4,341 triliun.

“Realisasi belanja tidak langsung sebesar Rp 882.881.630.133 dan belanja langsung Rp 498.571.718.869,” ungkapnya saat Rapat Tepra di Ruang Polibu Kator Gubernur Sulteng, Jumat, 5 Juli 2019.

Dia menyampaikan gambaran data perbandingan realisasi capaian APBD hingga bulan yang sama dari 2015 sampai 2019. Pada 2015, realisasi anggaran periode Juni mencapai 33,85 persen, pada 2016 sebesar 36,48 persen atau naik 2,63 persen.

Pada 2017, sebesar 35,33 persen, mengalami penurunan 1,15 persen. Tahun 2018, sebesar 35,15 persen juga mengalami penurunan diangka 0,21 persen. Terakhir 2019, realisasi anggaran mencapai 31,82 persen turun hingga 3,3 persen.

“Realisasi anggaran yang belum sesuai dengan target dipengaruhi adanya libur dan cuti bersama lebaran. Proses pertanggungjawaban kegiatan cendrung lambat dan juga masih banyak kegiatan pengadaan barang dan jasa dalam proses lelang,” ujar Richard.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Mohamad Hidayat Lamakarate menyampaikan dengan melihat realisasi anggaran yang belum mencapai target, perlu dilakukan pola atau cara yang baik agar realisasi sesuai yang sudah ditetapkan.

“Saya harap OPD dapat memberikan klarifikasi terkait dengan belum tercapainya realisasi anggaran sesuai dengan target,” ucap Hidayat.

Dia meminta Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa agar dapat menyosialisasikan kepada penyedia jasa terkait perubahan sistem pengadaan barang dan jasa sesuai ketentuan Perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu Kepala BPKAD Sulteng Bahran menyampaikan terjadi ketimpangan antara realisasi belanja dengan realisasi pendapatan daerah. Saat ini realisasi pendapatan Pemda Sulteng sudah mencapai lebih dari 50 persen.

“Tetapi realisasi belanja sangat rendah hanya mencapai 31,82 persen sehingga sudah dipastikan adanya kelambatan pertumbuhan ekonomi masyarakat akibat lambatnya uang beredar dimasyarakat,” terang Bahran. (mic/*)

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas