Pemilik Usaha Snack Palu di Jalan Kemiri Nomor 89 Kelurahan Siranindi Kecamatan Palu Barat, Madinah. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Sebagian orang memandang sebelah mata terhadap usaha jual snack curah kiloan dan menganggapnya sebagai usaha kuliner yang memiliki profit sedikit dan kurang prospektif. Namun, opini seperti itu salah besar, sebab usaha jual snack curah kiloan adalah kesempatan usaha rumahan yang berpotensi besar apabila dikelola dengan baik serta benar.

Seperti yang dialami Madinah. Pemilik Usaha Snack Palu di Jalan Kemiri Nomor 89 Kelurahan Siranindi Kecamatan Palu Barat ini. Menurutnya, jual snack curah kiloan merupakan kesempatan usaha yang sangat bagus dan minat masyarakat terhadap produk snack curah begitu besar.

“Usaha ini saya rintis sudah 10 tahun, berawal dari melihat teman, lama kelamaan saya juga tertarik ikut jejaknya menjadi pengusaha, Produk snack ini cocok dikonsumsi saat bersantai bersama keluarga, serta suguhan untuk tamu yang bertandang ke tempat tinggal kita,” jelasnya, Selasa (2/7/2019)

Sebab, kata dia, produk snack jika dikonsumsi tak gampang mengenyangkan perut, hingga dijadikan makanan ringan saat bersantai bersama teman dekat atau bahkan saat sendiripun juga mantap rasanya. Harga snack yang begitu murah membuat orang semakin berminat membelinya untuk menjadikannya sebagai camilan harian di rumah.

“Selain di Kota Palu, tingkat pemasaran kami sampai ke wilayah Parigi Moutong, Poso, Morowali, hingga ke Kabupaten Banggai. Sedangkan, untuk harganya yang kami tawarkan mulai dari 500 gram (setengah kilogram) Rp15 ribu – Rp20 ribu sampai harga 1 kilogram sekitar Rp50 ribu,” terangnya.

Selain itu, makanan termasuk basic need dalam hidup manusia, sehingga usaha di bidang makanan menjadi yang tak ada habisnya dan senantiasa menjanjikan hasil yang mengundang selera. Lanjut dia, produk snack curah ini sangat banyak jenis serta citarasanya.

“Tinggal pilih saja apa yang digemari, diantaranya adalah keripik singkong, keripik pisang, stik Balado, astor, kacang warna -warni, kacang koro, kacang shanghai, kuping gajah, dan sebagainya. Umumnya ada yang memiliki rasa pedas, asin, serta manis. Anda tinggal pilih rasa apa saja yang anda suka. Modal awal yang digunakan hanya sekitar Rp1 juta, Alhamdulillah penghasilan cukup lumayan kalau dilihat sekarang,” katanya.

Berbagai jenis produk snack curah sudah banyak dikenal di berbagai kalangan masyarakat di Indonesia khususnya Kota Palu, Sebagian besar orang baik anak-anak, remaja maupun dewasa suka sekali mengkonsumsi aneka produk snack ini. Snack curah dengan rasa unik adalah satu diantara beberapa pilihan usaha makanan yang menjanjikan itu. Usaha jual snack curah kiloan dengan modal kecil akan membuahkan cash profit yang menyenangkan hati.

“Apalagi seperti yang anda ketahui makanan ringan adalah makanan kegemaran anak kecil, jadi sangatlah gampang untuk dapat jual snack curah. Tahu sendiri kan bagaimana reaksi anak-anak bila ingin jajan, bila tidak dituruti pasti menangis serta ngambek hingga pada akhirnya dibelikan juga,” ujarnya.

Mempunyai usaha jual snack kiloan mesti disertai dengan kreasi, inovasi, serta citarasa yang unik, berbeda dan nikmat di lidah konsumen. Ia mengatakan tujuan utama dari usaha yang dilakukan yaitu memperoleh profit cash tinggi. Selain itu, dibutuhkan senantiasa rajin dan ulet untuk meraih tujuan tersebut.

“Maksud dari usaha jual snack curah kiloan dengan modal kecil adalah kita dapat membuat makanan ringan yang memiliki cita rasa baru namun cuma menggunakan modal seminimal mungkin, tapi dapat memperoleh profit yang besar. Itulah prinsip ekonomi dari beberapa pelaku bisnis snack curah yang telah berhasil,” ujarnya menambahkan.

Home industri merupakan wadah bagi sebagian besar masyarakat yang mampu tumbuh dan berkembang secara mandiri dengan memberikan andil besar serta menduduki peran strategis dalam pembangunan ekonomi.

“Produk yang dipasarkan didatangkan dari Surabaya, dengan satu macam produk sebanyak 700 Bal, kemudian jika ingin berusaha untuk mencapai suatu tujuan harus sabar dan berdoa,” tutupnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas