Imam Sutarto. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Imam Sutarto mengungkapkan, tunjangan khusus tahap II untuk guru terdampak bencana di Kota Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) mulai cair, Jumat, 28 Juli 2019.

Imam mengatakan, untuk tunjangan khusus tahap II, Disdikbud Palu tahun ini berupaya mengajukan usulan baru dengan menyisir semua sekolah, namun dengan catatan guru-guru yang masuk datanya di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Kami mengusulkan jumlah guru yang menerima dana tunjangan khusus tahap II ini sebanyak-banyaknya, tetapi kewenangan untuk menverifikasi data itu dari Kemendikbud RI. Namun kami tetap berharap usulan itu bisa keluar semua namanya, data terakhir yang diusulkan ke Kemendikbud RI sebanyak 492 orang,” jelas Imam, belum lama ini.

Kata Imam, guru yang terdampak menerima tunjangan khusus tahap II di wilayah Pasigala cukup banyak, sekitar lima ribu orang.

“Memang ada beberapa guru seperti Biromaru ada lima kecamatan tidak dapat tunjangan tahap pertama, namun di Kota Palu presentasenya sudah mencapai 89 persen, sehingga hampir semua guru di Palu menerima dana tunjangan tersebut,” katanya.

Olehnya itu Imam berharap, usulan-usulan baru yang diajukan ke Kemendikbud RI, bisa terakomodir semua, karena dana itu akan dibayarkan sekaligus dua triwulan (tahap I dan tahap II).

Imam mengaku Disdikbud Palu telah menyelesaikan semua administrasi terkait pencairan dana itu, diantaranya rekomendasi sekolah.

“Semua proses administrasi akan disampaikan ke Bank, sebab yang dibayarkan itu adalah guru yang aktif mengajar. Kemendikbud RI upayakan tunjangan khusus akan dibayarkan kepada semua guru yang berhak menerimanya,” ungkapnya.

Kata dia, nilai tunjangan khusus untuk guru yang terdampak bencana bervariasi. Di tahap pertama guru yang berstatus ASN menerima dana sebesar Rp1,5 juta per bulan. Pertiga bulan dibayarkan total mencapai Rp4,5 juta dipotong pajak. Sementara bagi yang non ASN sebesar Rp2 juta perbulan selama tiga bulan, totalnya Rp6 juta dipotong pajak.

“Di tahap pertama, Kemendikbud RI mencairkan dana tunjangan khusus tahap II kepada 19 ribu guru, tetapi untuk kali ini ada ketambahan sebanyak 6 ribu guru, sehingga total keseluruhan yang akan dibayarkan dalam waktu dekat ini sebanyak 25 ribu  guru di Pasigala,” ujarnya.

Kata dia, tunjangan ini pasti akan dibayarkan oleh pusat, olehnya itu para guru dimohon bersabar, karena beban kerja pusat saat ini cukup berat karena ada ketambahan sebanyak 6 ribu guru.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas