Home Sulteng

14 Kampung KB Ditetapkan Percontohan

395
Suryani. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulteng menetapkan 14 Kampung KB sebagai percontohan di daerah itu. Kampung KB percontohan tersebut tersebar di kabupaten/kota se Sulawesi Tengah. Percontohan bertujuan sebagai barometer dari semua Kampung KB yang ada di Sulteng.

“Kita berharap Kampung KB yang lainnya bisa mengikuti Kampung KB percontohan,” ujar Plt Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng melalui Kasubdit Hubungan Antar Lembaga dan Bina Lini Lapangan Suryani, Jumat, 28 Juni 2019.

Dia merincikan Kampung KB percontohan untuk tingkat Kota Palu berada di Pantoloan Boya, Kecamatan Tawaeli. Untuk Kabupaten Sigi di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru. Kabupaten Donggala berada di Desa Kola-kola, Kecamatan Banawa Tengah. Kabupaten Parigi Moutong di Desa Olaya, Kecamatan Parigi.

Kabupaten Poso di Desa Kuku, Kecamatan Pamona Utara. Kabupaten Tojo Unauna di Desa Sabuliratoba, Kecamatan Rotolindo. Selanjuntnya untuk Kabupaten Morowali berada di Desa Pebotoa, Kecamatan Bumi Raya. Kabupaten Morowali Utara di Desa Karomatantu, Kecamatan Petasia. Kabupaten Tolitoli di Desa Sandana, Kecamatan Galang. Kabupaten Buol di Desa Buoyong, Kecamatan Biau.

Kemudian Kabupaten Banggai berada di Desa Buon Mandiri, Kecamatan Luwuk Utara. Kabupaten Banggai Laut di Desa Dodung, Kecamatan Banggai. Kabupaten Banggai Kepulauan di Desa Gansai, Kecamatan Tinakung Selatan. Sementara Kampung KB untuk tingkat provinsi berada di Lorong Bakso, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.

Sebelumnya Suryani mengungkapkan Kampung KB di daerahnya telah terbentuk mencapai 342 titik.

“Pembentukan Kampung KB itu dalam kurun tahun 2016 hingga 2018 di kabupaten/kota se Sulawesi Tengah,” ungkapnya.

Dari jumlah Kampung KB yang telah terbentuk tersebut diakui belum semuanya berjalan maksimal sebagaimana tujuan pembentukannya. Ada beberapa hal yang menyebabkan keberadaan Kampung KB belum maksimal diantaranya terkait peran Pemda.

Suryani menjelaskan dalam perjalanan Kampung KB, Pemda melalui instansi terkait yang harus berperan menyukseskan program ditetapkan. Dicontohkan terkait infrastruktur seperti jalan yang harus diperbaiki maka Dinas Pekerjaan Umum harus masuk.

“Misalnya lagi kalau dicakupan Kampung KB banyak masyarakat yang belum memiliki KTP maka Dinas Dukcapil harus masuk,” ucap Suryani.

Keberadaan Kampung KB sangat diperlukan sebab keberhasilan program keluarga berencana akan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup. Ruang lingkup pelaksanaan Kampung KB antara lain kependudukan, keluarga berencana, ketahanan keluarga dan pemberdayaan keluarga, serta kegiatan lintas sektor mencakup bidang pemukiman, sosial ekonomi, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas