Home Politik

Tidak Akan Ada Lagi Penundaan

320
CALON WAGUB - Rusli Dg Palabbi (kiri) dan Andi Mansur Pasande keduanya sebagai calon wakil gubernur Sulteng, usai mengikuti penetepan mereka di DPRD Sulteng, Senin 27 Mei 2019. (Foto: Ist)
  • Banmus DPRD Jadwalkan Ulang Pilwagub 8 Juli

Palu, Metrosulawesi.id – Setelah sempat tertunda, pemilihan wakil gubernur (Pilwagub) Sulteng kembali dijadwalkan. Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Sulteng dalam rapatnya, Kamis 27 Juni 2019, memutuskan Pilwagub akan digelar pada 8 Juli 2019 mendatang.

Wakil Ketua DPRD Sulteng, Alimuddin Paada usai memimpin rapat Banmus kepada Metrosulawesi mengatakan, sesuai kesepakatan anggota Banmus, tidak ada lagi penundaan atau penjadwalan ulang Pilwagub dengan alasan apapun.

“Penundaan sebelumnya dilandaskan rasa kebersamaan karena PDIP belum mendapatkan izin dari DPP PDIP dalam menentukan pilihan. Tetapi saat rapat Banmus tadi, tidak ada lagi alasan untuk menunda pemilihan,” ujar Alimuddin.

Wakil Ketua Banmus itu menegaskan, bila kemudian ada partai lain yang meminta penundaan dengan alasan yang sama dengan PDIP ataupun dengan alasan lain, hal itu tidak akan diakomodir. Pemilihan tetap dilaksanakan pada 8 Juli.

Sementara itu, anggota Banmus dari Fraksi Golkar, Moh Faizal Lahadja menjelaskan, penetapan tanggal 8 Juli 2019 hari Pilwagub, karena di hari itu baru ada jadwal yang kosong DPRD Sulteng, sebab hingga 7 Juli seluruh agenda DPRD sudah terjadwalkan, di antaranya koordinasi dalam daerah.

“PDIP juga baru bisa hadir pada 8 Juli 2019 sebagaimana informasi yang diterima Banmus saat rapat. Sebelumnya memang direncanakan tanggal 3 Juli, namun situasi dan kondisi tidak memungkinkan karena beberapa teman partai belum bisa hadir tanggal itu. Untuk mengakomodir semuanya, maka diputuskanlah 8 Juli hari pemilihan Wagub,” tutur Faizal.

Menurut Faizal, saat pembicaraan di rapat Banmus, anggota Banmus mempertanyakan bila ada partai lain yang meminta penundaan lagi, oleh Banmus ditegaskan tidak ada lagi penundaan pemilihan dengan alasan apapun.

“Kalau hari ini (kemarin –red) dipaksakan pemilihan ada teman partai yang tidak bisa hadir. Terbukti pada hari ini (kemarin,red) PDIP tidak bisa hadir. Olehnya diputuskan tanggal 8 Juli hari pemilihan Wagub dan PDIP juga baru bisa hadir pada tanggal itu,” kata Faizal.

Sementara itu, Erwin Lamporo, meminta konsistensi Banmus atas jadwal yang sudah ditetapkan. Diputuskannya tanggal 8 Juli hari pemilihan dianggapnya merupakan keputusan bijak dari Banmus, dengan catatan Banmus harus konsisten dan tidak mudah mengubah keputusan.

“Jangan lagi nanti ada fraksi yang meminta penundaan seperti PDIP, Banmus langsung mengakomodirnya. Penundaan atau pembatalan keputusan Banmus adalah hal biasa sepanjang sesuai dengan substansinya. Bila pembatalan itu keluar dari substansi, maka tidak ada alasan Banmus membatalkan keputusan yang sudah ditetapkan,” tegas Erwin.

Sebagai fraksi Hanura, Erwin juga meminta kepada ketua fraksi Hanura DPRD Sulteng, Ismail Junus, untuk tidak sewenang-wenang mengambil sikap atas nama fraksi tanpa dikoordinasikan dengan anggota fraksi.

“Saya harap ketua fraksi Hanura mengkoordinasikan dengan seluruh anggota fraksi baru mengambil keputusan. Jangan mengambil keputusan sendiri tanpa komunikasi dengan anggota fraksi,” tegasnya.

Dia berharap penetapan 8 Juli hari pemilihan itu sudah tidak berubah. Banmus DPRD jangan mudah membatalkan putusan tanpa alasan yang kuat, apalagi itu tidak punya korelasi dengan substansi pemilihan.

Reporter: Elwin Kandabu
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas