Home Palu

Pembangunan Jembatan IV Palu Tuntas 2020

383
SAMBUTAN - Kadis PU Kota Palu Iskandar saat menyampaikan sambutan pada acara sosialisasi Pembangunan Jembatan IV Palu di Kantor Kecamatan Palu Barat, Kamis, 27 Juni 2019. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)
  • Jembatan IV Bergeser dari Tempat Semula

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XIV Palu, serta sejumlah unsur OPD Pemerintah Kota Palu menggelar Sosialisasi Pembangunan Jembatan IV Palu di Kantor Kecamatan Palu Barat, Kamis, 27 Juni 2019.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) dan konsultan Upaya Kelola Lingkungan (UKL) Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL). Pantauan Metrosulawesi, kegiatan itu juga dihadiri sejumlah warga Kelurahan Besusu Barat dan Kelurahan Lere yang terdampak bencana tsunami.

Kepala Dinas PU Kota Palu, Iskandar mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, masyarakat yang terdampak tsunami di sekitaran pembangunan jembatan IV setuju dengan dibangunnya kembali jembatan IV tersebut.

“Hanya saja hak-hak mereka seperti lahan (tanah), para warga meminta kejelasan dari pemerintah. Untuk itu kami akan mengukur dulu lahan warga, setelah itu kami adakan lagi pertemuan untuk membahas bersama-sama terkait lahan itu,” ujarnya.

Iskandar mengatakan, anggaran yang dibantu oleh JICA atau pemerintah Jepang untuk membangun Jembatan IV Palu kurang lebih Rp300 miliar. Rencananya panjang jembatan 260 meter, lebar 12 meter dan tinggi kurang lebih 6,5 meter.

“Pembangunan jembatan IV Palu 100 persen bantuan dari pemerintah Jepang, bantuan ini merupakan dana hibah. Jadi yang mengerjakan jembatan IV ini adalah pemerintah Jepang melalui JICA,”  jelasnya.

Kata Iskandar, pembangunan jembatan IV direncanakan September atau Oktober 2019, karena ditargetkan 2020 sudah selesai.

“Untuk lokasi jembatan IV Palu bergeser dari lokasi sebelumnya. Jadi dari arah barat bergeser 80 meter, di arah timur begeser 50 meter. Kenapa tidak dibangun di tempat awalnya, karena setelah dikaji rawan, sehingga digeserlah pembangunan jembatan IV,” katanya.

Iskandar mengungkapkan, dalam pembangunannya, diharapkan Lurah atau Camat berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk terlibat dalam pembangunan jembatan IV.

“Namun untuk jumlah orang yang digunakan belum diketahui pasti. Tetapi dari pengalaman pembangunan jembatan IV Palu membutuhkan orang sekitar seratusan orang,” katanya.

“Pekerjaan-pekerjaan yang sederhana dan tidak membutuhkan keahlian, Lurah meminta masyarakat lokal dilibatkan. Kepastian jumlahnya, kami belum bisa tentukan, karena kami harus berkonsultasi dengan pihak PUPR dan pemerintah Jepang,” ujarnya.

Selain itu kata Iskandar, untuk jalan aternatif ke daerah Palu Barat agar tidak macet, maka Pemkot Palu juga telah membangun Jembatan V dengan panjang 100 meter, lebarnya 12 meter dan tinggi kurang lebih 6 meter, menghubungkan Jalan Anoa II dan Jalan Jati, tembus ke Boyaoge.

“Pembangunan Jembatan V ditargetkan selesai akhir Desember 2019. Anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan jembatan V oleh Pemkot Palu melalui APBD sekitar Rp43 miliar lebih, yang mengerjakan Dinas PU Kota Palu,” ungkapnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas