Kepala Seksi LLAJ Dishub Morowali, Alba. (Foto: Murad Mangge/ Metrosulawesi)

Morowali, Metrosulawesi.id – Kepala Seksi LLAJ Dinas Perhubungan (Dishub) Morowali, Alba mengungkapkan, masih banyak angkutan umum barang yang beroperasi belum memperhatikan tata cara pemuatan seperti daya angkut, dimensi kendaraan yang tentunya berhubungan dengan kelas jalan.

Bahkan, kata dia sering kali pengemudi mengabaikan hal itu dan menganggap remeh. Padahal, kelalaian dapat saja mengakibatkan kecelakaan. Mengenai daya angkut dan dimensi kendaraan dapat diketahui apabila pengemudi memperlihatkan buku kir/uji.

“Terkait dengan buku kir/ uji ini, pengujian wajib dilaksanakan secara berkala setiap 6 bulan sekali,” terang Alba, Rabu, 26 Juni 2019.

Untuk memastikan apakah daya angkut dan dimensi kendaraan tersebut sesuai dengan data yang tertera dalam buku kir/uji, Dishub Morowali masih terkendala karena belum dimilikinya alat timbang (portable).

Namun, kalau hanya sekadar pengukuran dimensi kendaraan secara manual, Dishub Morowali sudah memiliki tiga orang yang bersertifikat.

“Salah satunya, Pak Azis yang saat ini menjabat Kepala Bidang Laut memiliki sertifikat penguji kendaraan bermotor pelaksana lanjutan,” sebutnya.

Selain keterbatasan perangkat alat uji, agar dapat melaksanakan penertiban atau merazia sopir anggkutan umum penumpang dan barang, sehingga dijatuhi sanksi dan dihadapkan pada sidang pelanggaran Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), Dishub harus didukung personil Satgas LLAJ yang bersertifikat PPNS- LLAJ (Penyidik Pegawai Negeri Sipil-Lalu Lintas Angkutan Jalan). Hal itu diamanatkan pasal 259 ayat 1 UU RI No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan.

“Penyidikan terhadap tindak pidana Lalu Lintas dan angkutan jalan juga dapat dilakukan oleh PPNS tertentu yang diberi kewenangan khusus,” katanya.

Agar kewenangan serta kewajiban tetap dilaksanakan, saat ini Dinas Perhubungan Daerah telah membentuk Satgas LLAJ yang nantinya di lapangan bersinergi dengan Satlantas Polres Morowali untuk melakukan kegiatan penertiban atau razia sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Berharap Bupati Morowali,kata Alba, untuk memberi dukungan anggaran operasional memadai serta dianggarkannya pengadaan alat-alat penunjang, sehingga dapat melaksanakan tugas secara profesional demi tercapainya suatu layanan transportasi darat yang dipertanggungjawabkan.

“Tugas yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, berkeadilan, aman, selamat, mudah dijangkau, berkualitas, berdaya-saing tinggi dan terintegrasi dengan modal transportasi lainnya,” tutur Alba.

Reporter: Murad Mangge
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas