DESA BERSINAR - Peringatan HANI dan launching 62 desa Bersinar (bersih dari Narkoba) oleh BNN Provinsi Sulteng di Palu, Rabu 26 Juni 2019. (Foto: Udin Salim/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tingkat Provinsi Sulteng digelar secara sederhana di salah satu hotel di Palu, Rabu 26 Juni 2019. Pada kesempatan itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulteng melaunching sebanyak 62 desa Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Kepala BNNP Sulteng, Brigjen Pol Suyono mengatakan, hingga saat ini penyalahgunaan narkoba sudah sangat memprihatinkan. “Pelaku penyalahgunaan narkoba meningkat. Diikuti dengan munculnya berbagai jenis narkoba,” katanya dalam acara HANI tersebut.

Oleh karena itu kata Suyono, pihaknya akan semakin serius melawan peredarannya dan menyatakan perang terhadap penyalahgunaan narkoba.

“Tidak cukup hanya mengandalkan BNN, perhatian semua pihak terhadap masalahnya juga sangat diperlukan, untuk bersama-sama melawan peredaran narkoba,” katanya.

Hingga saat ini Suyono, sedikitnya ada sebanyak 36 ribu warga terpapar narkoba. Untuk menekan jumlah tersebut, saat ini katanya, pihak BNN Sulteng sudah membuka layanan rehabilitasi bagi mereka yang terpapar narkoba.

“Silakan datang ke klinik, bagi yang menjadi korban narkoba akan direhabilitasi dan tidak dikenakan hukuman,” ujarnya.

Sementara itu, di sela peringatan HANI tersebut, BNNP Sulteng melaunching sebanyak 62 desa Bersinar. Ke-62 desa tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sulteng. Launching desa Bersinar tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh gubernur.

Sita 5,8 Kg Sabu

Sepanjang 2019 hingga hari ini Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menyita sedikitnya 5.857 gram atau 5,8 kilogram shabu-shabu di Palu.

“Melalui upaya pemberantasan BNN Palu telah mengungkap satu kasus narkotika sepanjang 2019 yang melibatkan tiga tersangka dengan barang bukti yang disita shabu seberat 5.857 gram,” kata Kepala BNN Palu, AKBP Abire, saat menyampaikan laporannya dalam acara peringatan Hari Anti Narkoba Internasional 2019 tingkat Palu di halaman SMP Negeri 5 Palu, Rabu.

Di depan Wali Kota Palu, Hidayat, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir, pelajar SMP sederajat dan warga di sekitar Kelurahan Tavanjuka ia mengatakan jika langkah pemberantasan yang telah dilakukan oleh BNN Palu tidak akan berdampak signifikan.

Jika tidak diimbangi pengurangan permintaan narkoba melalui langkah pencegahan.

“Dalam rangka pencegahan mulai dari tingkat RT/RW, BNN Palu bersama pemerintah Palu telah merintis program Palu bersinar atau singkatan dari bersih dari narkoba,” ujarnya.

Sementara itu lanjutnya, upaya pemberdayaan yang juga telah dilakukan BNN Palu agar Palu bersih dari narkoba yakni mendayagunakan peran serta masyarakat guna menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.

“Antara lain dengan melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada 14.595 orang pada kelompok masyarakat, pendidikan, instansi swasta, dan pemerintah,” katanya.

Sepanjang 2019, katanya, BNN Palu juga telah melaksanakan dua kali tes urin yang melibatkan 330 orang.

Untuk menguatkan perlawanan terhadap narkoba, ia menerangkan BNN membangun sinergi dengan seluru masyarakat di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu , baik di kelompok pendidikan, swasta, pemerintah dan kelompok masyarakat itu sendiri.

Ia yakin upaya-upaya yang telah, sedang dan akan dilakukan itu dapat mengurangi jumlah peredaran maupun pengedar dan pemakai narkoba yang saat ini telah menyasar segala usia. (din/ant)

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas