Bupati Kasman Lassa (kiri) saat mengenakan loreng. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Polemik soal Bupati Donggala, Kasman Lassa yang menggunakan seragam TNI dalam suatu acara beberapa waktu lalu, akhirnya menemui titik terang menyusul pernyataan Komandan Kodim (Dandim) 1306 Donggala, Letkol Kav. I Made Maha Yudhiksa, yang nengakui seragam tersebut adalah pemberiannya. 

‘’Seragam itu pemberian dari kami sebagai penghargaan kepada bupati. Karena beliau banyak membantu kami di Donggala, dan semacam itu  adalah hal  lumrah, seperti halnya yang biasa diberikan dan dikenakan oleh artis, pelawak ataupun MC di acara tertentu,” ungkapnya menjawab wartawan.

Dandim mengungkapkan, saat memberikan seragam tersebut kepada Bupati Donggala Kadman Lassa tidak disertai  atribut khusus TNI.

“Saat diberikan seragam TNI tidak disertai atribut, dan saya juga berpesan kepada Bupati tidak untuk disalahgunakan dan tidak sembarang digunakan,” terangnya.

Dandim mengaku pemberian seragam TNI  kepada Bupati Donggala Kasman Lassa adakah bentuk ungkapan terima kasih  yang selama ini telah banyak membantu Kodim 1306 Donggala. 

Sebelumnya, Bupati Kasman Lassa juga menjelaskan, baju seragam TNI digunakan diberikan langsung oleh Dandim Donggala dan juga telah mendapat izin dari Dandim Donggala.

Bupati Kasman Lassa meyebutkan, baju seragam TNI digunakannya itu saat kegiatan pertemuan damai terhadap dua desa yang sempat bersitegang. Menurutnya, untuk membedakan seragam yang digunakannya sebagai bupati tidak menggunakan pangkat sebagaimana TNI, juga ada tulisan pembeda di dada yaitu Bupati.

Reporter: Masruhim Parukkai
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas