Asmin Bado. (Foto: Ist)
  • Lurah Kamonji: Dana Stimulan Diberikan Bertahap

Palu, Metrosulawesi.id – Sejumlah lurah di Palu belum membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) sebagai wadah untuk penyaluran dana stimulan. Padahal Pokmas sangat mendesak untuk mempercepat pencairan dana stimulan perbaikan rumah rusak.

Lurah Birobuli Utara Asmin Bado yang dihubungi mengaku belum membentuk Pokmas. Pihaknya baru sebatas melaksanakan sosialisasi tentang Pokmas yang akan dibentuk.

“Kami rencana dalam waktu dekat ini akan mengundang kembali sejumlah warga yang berhak menerima dana stimulan tersebut. Untuk di Kelurahan Birobuli Utara sekitar 48 Kepala Keluarga (KK) akan menerima dana stimulan tahap satu,” ujar Asmin melalui ponselnya di Palu, Selasa, 25 Juni 2019.

Asmin mengatakan sosialisasi terkait pembentukan Pokmas kepada masyarakat yang menerima dana stimulan telah dilaksanakan, sehingga para warga itu pasti sudah paham.

“Dalam membentuk Pokmas ini kami akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu dan lainya,” katanya.

Kata Asmin, setelah dibentuk Pokmas ini baru akan di-SK-kan oleh Lurah, di dalam Pokmas ada Ketua, Sekretaris dan Bendahara.

“Jika telah terbentuk Pokmas ini kami berharap dana stimulan yang masuk di dalam kelompok itu agar dikelola dengan baik, sebab dana yang akan digunakan akan diawasi dengan ketat oleh pemerintah,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dikemukakan Lurah Kamonji, Ahlul Fitra. Dia mengungkapkan untuk di kelurahannya juga belum terbentuk Pokmas, sebab masih dalam tahap verifikasi dan validasi data.

“Kami ingin semua data yang masuk valid, sebab kami tidak ingin ada data yang tercecer, sehingga ada sebagian warga yang tidak menerima dana stimulan tersebut. Jadi kami ingin semua data valid baru akan ada sosialisasi pembentukan Pokmas,” ujarnya.

Kata dia, tim fasilitator dari BPBD telah turun ke Kelurahan, namun semua data harus valid dalu baru akan dibentuk Pokmas jika tidak nanti Kelurahan yang akan disalahkan oleh masyarakat.

“Jadi fasilitator dan pendamping dari BPBD masih turun untuk melakukan pendataan, setelah itu baru akan diverifikasi dan validasi di Kelurahan, setelah semua sudah valid datanya baru akan dibentuk Pokmas,” jelasnya.

Ahlul mengatakan tahap pertama yang prioritas mendapatkan bantuan stimulan adalah mereka yang rumahnya rusak berat.

“Dana yang diberikan tidak sekaligus Rp50 juta. Dana itu diberikan secara bertahap. Misalnya Rp25 juta dulu, dilengkapi dengan pertanggungjawabannya seperti foto dan nota-nota yang dibelikan bahan bangunan rumah,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas