Lutfi Yunus. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulteng Lutfi Yunus mengungkapkan  Jamaah Calon Haji (JCH) Suleng masuk di Asramah Haji Transit Palu diperkirakan 24 Juli 2019.

“Sebelumnya Sulteng memulai kloter dari Embarkasi Balikpapan (BPN) 5 hingga BPN 9, namun tahun terjadi perubahan, Sulteng mulai dari BPN-7 sampai dengan BPN-11, tanggal masuk Asrama Haji Transit Palu tetap mulai 24-28 Juli 2019,” kata Yunus di Palu belum lama ini.

Kata dia, pemberangkatan pertama dari Palu 25 Juli 2019 dan terakhir BPN-11 dari Palu 29 Juli 2019. Kloter BPN-7 tiba di Balikpapan, 6 September 2019 pukul 23.30 dan kloter terakhir (BPN-11) tiba di Balikpapan 11 September 2019 pukul 00.05.

“Tetapi untuk jadwal fixnya penerbangan akan disampaikan  pada penetapan hasil rapat pemantapan kloter pada  27 Juni 2019 di Jakarta. Perubahan disebabkan adanya tambahan kuota, efek penambahan kuota adalah penambahan kloter, penambahan kloter mempengaruhi waktu penerbangan/pemberangkatan, sebab waktu pemberangkatan tidak bisa dimundurkan kecuali dimajukan, karana waktu wukuf tidak bisa diubah,” jelasnya.

Terkait pelunasan BPIH tahap IV, jumlah total berhak lunas sebanyak 44 orang, terdiri dari 19  jamaah utama dan 25 jamaah cadangan. Yang sudah melunasi  per tanggal 24 Juni 2019, jamaah utama sebanyak 15 orang tersisa 4 orang, sementara jamaah cadangan 4 orang tersisa 21 orang. Total yang sudah melunasi sebanyak 19 orang.

“Sementara yang belum melunasi 25 orang, untuk batas akhir pendaftaran itu pada hari ini (kemarin-red) 25 Juni 2019,” ungkapnya.

Kata Lutfi, pelunasan BPIH juga termasuk pembayaran visa berbayar, yakni bagi jamaah yang telah berhaji melakukan pelunasan bersamaan dengan pelunasan BPIH. Visa berbayar bagi jamaah haji yang sudah berhaji tersebut Kebijakan pemerintah Arab Saudi, sejumlah 2000 riyal, sekitar 8-9 jutaan.

“Jemaah haji dapat melaksanakan pembayaran dengan sistem teller dan non teller. Adapun bank penerima setoran yang ditunjuk BRI Syariah, BSM, BNI Syariah, Bank Mega Syariah, dan Bank Muamalat,” jelasnya.

Lutfi menambahkan bahwa, kendala jamaah haji belum bisa berangkat karena faktor kesehatan, faktor ekonomi, serta lainnya, hingga jemaah yang belum melunasi akan masuk daftar tunda tahun berikutnya.

“Untuk melakukan pelunasan BPIH juga wajib Istita’ah, artinya mendapatkan rekomendasi dari dokter atau harus menjalani pengobatan. Jika belum memenuhi syarat kesehatan, maka belum bisa melakukan pelunasan, rekomendasi istita’ah tidak ada, maka sistem Bank akan menolak,” ujarnya.

Selain masalah kesehatan, kata Lutfi,  jamaah haji nantinya juga harus melakukan rekam biometrik.

“Namun karena pihak pemerintah Arab Saudi belum siap menempatkan kantor-kantornya di setiap titik kabupaten kota, maka kebijakannya, jamaah haji tidak wajib rekam biometrik dalam penerbitan visa, sehingga bagi yang belum rekam biometrik untuk Sulteng, dapat dilakukan di embarkasi Balikpapan,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas