Home Palu

Tiap Tahun Anggaran Dialokasikan Untuk Pemerataan Pendidikan

232
H Ansyar Sutiadi. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi mengungkapkan, penerapan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Palu telah tiga tahun dilaksanakan.

“Tiap tahun Pemerintah Kota Palu mengalokasikan anggaran untuk pemerataan sarana dan prasarana di sejumlah sekolah, seperti komputer untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), meja dan kursi serta peningkatan gedung sekolah,” kata Ansyar di ruang kerjanya, Senin, 24 Juni 2019.

Olehnya itu Ansyar berharap, para kepsek agar melaksanakan PPDB sesuai aturan yang telah disepakati, dan orang tua peserta didik agar mendaftarkan anaknya sesuai dengan zonasi.

“Para orang tua jangan kahwatir menyekolahkan anaknya di SMP negeri di Kota Palu, sebab Pemerintah Kota Palu telah menyiapkan sarana prasarana, sehingga sekolah kita saat ini sudah merata, khususnya di level SMP, ” ujarnya.

Selain itu Ansyar mengatakan, pihaknya juga membuka Posko Pengaduan PPDB yang tiap tahun akan mengevaluasi pelaksanaan PPDB.

“Kita akan evaluasi per hari bagaimana perkembangan di lapangan. Dengan modal sudah masuk tahun ketiga penerapan PPDB zonasi, saya sangat yakin masyarakat Kota Palu sudah terbiasa dengan PPDB zonasi ini,” katanya.

“Keutamaan sistem zonasi adalah mendekatkan peserta didik dengan sekolah. Jadi tidak perlu lagi ada biaya tambahan untuk antar jemput, untuk memantau perkembangan anak. Karena sekarang ini kita berharap peran orang tua lebih ditingkatkan untuk berkomunikasi dengan sekolah. Sebab saat ini anak tidak bisa hanya menjadi tanggungjawab sekolah, tetapi tanggungjawab bersama, karena tantangannya saat ini adalah narkoba, globalisasi,” jelas Ansyar.

Ansyar menjelaskan, sistem zonasi mempermudah mengontrol keberadaan anak didik. Dalam sistem zonasi tidak ada lagi pungutan, perebutan kursi dengan cara-cara yang tidak baik dengan jual beli.

“Siapa yang dekat rumahnya silahkan, dan siapa berprestasi bebas,” katanya.

“Bahkan sekarang, surat edaran terbaru dari Walikota Palu bahwa ada revisi, jalur prestasi diberikan 20 persen. Maka kita ingin prestasi nasional yang dimiliki oleh peserta didik, sebab otomatis prestasi itu akan menseleksi mereka,” ungkapnya.

Ansyar mengatakan, revisi PPDB saat ini berbasis bencana, dimana bagi peserta didik asal Petobo dan Balaroa  yang tenda Huntaranya jauh, silahkan masuk ke sekolah terdekat.

“Tetapi harus punya surat keterangan yang di keluarkan oleh Dukcapil atau Lurah diketahui oleh Camat. Hal itu bertujuan agar jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum-oknum nakal,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas