Home Sulteng

Pemprov Dorong Pembukaan Formasi CPNS Kesehatan

FOTO BERSAMA - Sektretaris Derah Provinsi Sulteng Mohamad Hidayat foto bersama peserta seminar keperawatan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Minggu, 23 Juni. (Foto: Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemprov Sulteng melalui Sektretaris Derah Mohamad Hidayat mendorong kabupaten/kota di daerahnya membuka formasi kesehatan dengan prioritas penempatan wilayah terdepan dan terluar.

Hal ini disampaikan Hidayat saat menjadi pembicara dihadapan perawat-perawat se Kota Palu dalam seminar keperawatan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Minggu, 23 Juni.

Kata Hidayat selama ini kebanyakan curhat perawat terkait ketimpangan kesejahteraan, kekeliruan penempatan dan sedikitnya ruang kerja. Apresiasi yang terlalu tinggi bagi dokter disinyalir jadi salah satu faktor mengapa ketimpangan kesejahteraan terus terjadi diantara para tenaga kesehatan mulai dokter, perawat, bidan, apoteker.

Olehnya ia mendorong para ahli profesi duduk bersama guna menyepakati dan lalu meregulasi pola pembagian insentif yang lebih proporsional. Menyiasati problem kedua lanjut sekda, apabila ada perawat yang dipromosi ke jabatan struktural atau ybs ingin pindah ke dinas dengan tugas tanggung jawab yang tidak ada korelasi dengan keahlian maka angka kredit ybs akan dihentikan sementara dan baru aktif lagi jika Ia kembali ke perawat.

“Tapi sebenarnya saudara rugi karena nanti harus kembali lagi ke angka (kredit) terakhir,” ujar Hidayat.

Langkah ini jelasnya untuk memproteksi profesi perawat supaya tidak hilang tugas fungsionalnya yang dikhawatirkan akan membuat ybs hilang kemampuan teknisnya.

“Ini akan Saya jaga jangan sampai ada tenaga kesehatan yang hilang tugas-tugas fungsionalnya,” ucapnya.

Untuk menyelesaikan poin terakhir diakui sekda cukup berat mengingat ruang-ruang di sektor pemerintah makin terbatas khususnya melalui jalur penerimaan CPNS yang menyediakan formasi kesehatan khususnya perawat.

Namun demikian guna menyalurkan perawat-perawat yang belum dipekerjakan di unit kesehatan pemerintah maupun swasta, maka sekda mengajukan gagasan perawat mandiri. Gagasan ini didorong melihat ada masyarakat yang sanggup finansial tapi tidak punya cukup waktu menjaga keluarga yang sakit di rumah akibat kesibukan kerja sehingga butuh jasa perawat untuk mengganti.

Hidayat menuturkan pernah mengalami betapa sulitnya menemukan perawat yang bersedia menjaga pasien di rumah padahal Ia siap membayar insentif sesuai tarif yang diminta.

“Banyak perawat profesional yang mau kerja tapi belum dapat ruang kerja,” ungkapnya.

Peluang ini yang ia harap bisa jeli dilirik PPNI supaya perawat bisa dihubungkan dengan lembaga atau orang yang mencari jasanya.

“Jangan sampai perawat makin banyak dan PPNI pusing bagaimana memfasilitasi yang mau bekerja,” pungkas Hidayat. (mic/*)

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas