Sukarti. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak DP3A Sulteng Sukarti mengungkapkan anak-anak korban bencana Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) masih membutuhkan bantuan.

“Bantuan yang paling dibutuhkan untuk keperluan pendidikan seperti pakaian, seragam dan alat tulis-menulis,” ungkap Sukarti, Minggu, 23 Juni 2019.

Dia mengatakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) sebelumnya telah menyalurkan bantuan namun belum bisa disalurkan kepada semua anak. Itu karena adanya keterbatasan anggaran yang dimiliki dinas tersebut.

“Bantuan dari kementerian juga terbatas, makanya kami mengharapkan peran semua pihak,” ucap Sukarti.

Sukarti mengharapkan OPD terkait seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial kembali menyalurkan bantuan kepada anak Pasigala. Itu karena saat ini masih ada sejumlah anak yang belum bisa kembali bersekolah.

“Khususnya anak yang kehilangan orangtua atau orangtua-nya meninggal sangat membutuhkan bantuan,” kata dia.

Sebelumnya DP3A Sulteng telah membagikan sekitar 300 boneka kepada anak penyintas Palu, Sigi dan Donggala. Pembagian boneka dilakukan setelah program Safari Ramadan Pemprov Sulteng berakhir.

Sukarti mengatakan boneka yang dibagikan merupakan seumbangan dari masyarakat, LSM dan organisasi pemerhati anak. Ratusan boneka tersebut dikumpulkan sejak beberapa pekan lalu.

Boneka-boneka yang terkumpul menurut Sukarti bisa dibagikan kepada anak perempuan dan laki-laki. Diharapkan dengan pembagian boneka bisa mengembalikan senyum anak penyintas, khususnya yang masih berada di tenda-tenda pengungsian. Tim DP3A Sulteng kata Sukarti masih terus melakukan pendampingan melalui tenda ramah perempuan dan anak di wilayah Pasigala. Tenda ramah perempuan dan anak berada di wilayah Pasigala yang terdampak bencana 28 September lalu.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas