Tenny C Soriton. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulteng Tenny C Soriton mengharapkan mitra kerja program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) berperan aktif menjadi motor penggerak. Adapun mitra kerja program KKBPK antara lain Tim Penggerak PKK, Babinsa dan Bhabinkamtibmas tingkat kabupaten/kota.

“Bapak dan ibu harus bisa sebagai motor penggerak dan komunikator yang andal serta berperan aktif dalam peningkatan kinerja ditingkat lini lapangan,” ujar Tenny dalam suatu kegiatan di Palu baru-baru ini.

Namun demikian, keberadaan Tim Penggerak PKK, Babinsa dan Bhabinkamtibmas tingkat kabupaten/kota di lini lapangan harus dibekali dengan informasi mutakhir terkait program KKBPK agar dapat meningkatkan kinerja.

Selain itu, mitra kerja KKBPK harus dapat memanfaatkan data dan informasi keluarga sebagai data operasional berdasarkan nama serta alamat yang akurat sesuai real time dengan berbasis teknologi.

Sebelumnya diberitakan, dalam sepuluh tahun terakhir program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) belum menunjukkan hasil menggembirakan.

“Itu sebagaiman dapat dilihat dari masih rendahnya capaian target atau sasaran RPJMN 2010-2014 bidang kependudukan dan KB,” ungkap Tenny saat membuka kegiatan advokasi KKBPK berbasis komunitas dirangkai pertemuan intergrasi Kampung KB bersama mitra kerja di Palu, Selasa, 18 Juni.

Dia mengatakan hal tersebut disebabkan belum optimalnya sinergi antar pemerintah, pemerintah daerah dan mitra kerja di semua tingkatan wilayah pelaksanaan program KKBPK. Selain itu kata Tenny, pelaksanaan program KKBPK belum fokus pada segmen sasaran yaitu wilayah-wilayah yang tidak tersentuh.

Masih rendahnya capaian program KKBPK juga dapat dilihat melalui hasil penelitian berupa survei, baik yang diselenggarakan internal BKKBN maupun pihak eksternal seperti Performance Monitoring and Accountability (PMA) 2020, survei RPJM, survei Penduduk Antarsensus (Supas) serta Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI).

Menurut Tenny, terdapat beberapa kegiatan yang sebenarnya memiliki daya ungkit terhadap pencapaian target sasaran RPJMN dan Renstra BKKBN 2015-2019, namun belum dilaksanakan secara optimal.

“Olehnya kedepan arah kebijakan dan strategi program KKBPK harus lebih diarahkan terhadap peningkatan sinergi, komitmen, dukungan dan kerjasama anata pemerintah, pemerintah daerah dan mitra kerja,” tandas Tenny.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas