PEMANTAUAN - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu Ansyar Sutiadi didampingi Kepala Bidang SD Yabidi saat memantau perkembangan pembangunan bantuan sosial atau renovasi sekolah yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Jumat, 21 Juni 2019. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu Ansyar Sutiadi didampingi Kepala Bidang SD, Yabidi terus melakukan pemantauan terkait perkembangan pembangunan bantuan sosial atau renovasi sekolah yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

“Kami tiap hari terus melakukan pemantauan. Alhamdulillah pembangunan bantuan tersebut terus berjalan. Saya lihat kepala sekolah melakukan pembangunannya sesuai dengan standar yang ditetapkan,” ujar Ansyar saat memantau pembangunan Gedung SDN 2 Palu, Jumat, 21 Juni 2019.

Kata Ansyar, di SDN 2 Palu yang berada di Kampung Baru ini, bangunan lama ada yang direnovasi. Sekolah ini menjadi dua tingkat, sehingga ada bangunan baru. Sekolah ini memang kekurangan kelas.

“Jumlah dana bantuan untuk SDN 2 Palu sebesar Rp1 miliar lebih yang bersumber dari APBN,” katanya.

Ansyar memberikan pesan kepada kepala sekolah agar betul-betul konsentrasi dan menjaga proses pembangunan sesuai dengan perencanaan, dan sesuai dengan regulasi yang ada.

“Sehingga kelas yang dibangun bisa berkualitas, nyaman digunakan oleh para peserta didik,” katanya.

Selain itu, terkait penggunaan atribut daerah, Ansyar menegaskan, pengunaan atribut kepala sesuai daerah asal masing-masing peserta didik seperti Siga, Sampolu dan Blangkon serta lainnya tetap berjalan di sekolah-sekolah.

“Nanti kami akan lakukan evaluasi terhadap pengunaan atribut daera tersebut, bahkan mempertegas karena ini adalah implementasi dari nilai-nilai budaya bangsa, agar anak didik kita dapat memahami keberagaman, serta dapat menjaga persatuan dan kesatuan republik Indonesia,” kata Ansyar.

Ansyar mengatakan pengunaan atribut daerah ini dapat menanamkan nilai-nilai bangsa kepada peserta didik.

“Evaluasi yang kami lakukan dalam bentuk dikeluarkannya surat edaran, untuk mempertegas kembali,” imbuh Ansyar.

Ansyar mengatakan pihaknya memahami pasca bencana ada sedikit semangat menurun atas pengunaan atribut daerah tersebut, olehnya itu pihaknya akan mendorong lagi agar semangat itu kembali.

“Karena pengunaan atribut daerah ini adalah bagian dari pembelajaran karakter, kebangsaan dalam bentuk budaya,” ungkapnya.

Olehnya itu kata Ansyar, penanaman budaya ini diharapkan dilanjutkan lagi, karena di dalamnya juga ada menyanyikan lagu-lagu daerah dan nasional.

“Penanaman nilai-nilai persatuan, keberagaman ini dapat dilaksanakan, sehingga NKRI ini bisa tetap terjaga keberlangsungannya, paham-paham lain itu bisa kita kikis melalui nilai-nilai nasionalisme,” ujarnya.

Kata dia, di tiap Kamis akan ditegaskan kembali kepada sekolah agar siswa wajib mengunakan atribut daerah tersebut.  

“Dalam waktu dekat saya akan buatkan surat edaran kepada sekolah di jenjang SD, SMP bahkan TK juga agar siswanya diinstruksikan untuk menggunakan atribut kepala daerah sesuai asalnya masing-masing. Insya allah kita akan dorong lagi,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas