Home Morowali Utara

BPBD Sulteng Turunkan Tim ke Morut

Bartholomeus Tandigala. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng menurunkan tim membantu penanganan banjir di sejumlah wilayah Morowali Utara yang terjadi pada Kamis, 20 Juni. Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Bartholomeus Tandigala mengungkapkan timnya turun bersamaan membawa bantuan.

“Tim BPBD Sulteng berangkat hari ini (kemarin) sekaligus membawa logistik kebencanaan,” ungkap Bartholomeus saat dihubungi Metrosulawesi yang mengaku tengah berada di Jakarta, Jumat, 21 Juni 2019.

“Saya masih di Jakarta, tapi kami tetap memonitor banjir yang melanda Morowali Utara,” tambahnya.

Bartholomeus mengungkapkan ada tiga kecamatan yang terendam banjir di Morowali Utara. Banjir dikatakan akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Morowali Utara dalam beberapa hari terakhir.

“Tapi memang Morowali Utara termasuk langganan banjir, hanya saja kali ini agak besar banjirnya,” ucap mantan Penjabat Bupati Morowali itu.

Untuk jumlah pengungsi, kerugian dan korban jiwa, Bartholomeus mengaku belum menerima laporan. BPBD Sulteng saat ini kata dia masih terus melakukan koordinasi ke BPBD Morowali Utara.

“Saya juga belum bisa mengatakan pasti banjir sudah surut atau tidak karena bisa saja sewaktu-waktu air kembali naik saat pasang laut,” tandas Bartholomeus.

Sebelumnya, banjir melanda wilayah Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, pada Kamis, 20 Juni. Banjir yang diakibatkan meluapnya Sungai Tambalako merendam beberapa desa di Kabupaten Marowali Utara.

Desa yang terendam banjir antara lain Desa Korowou, Desa Kumpi, Desa Korompeli, dan Desa Beteleme di di Kecamatan Lembo serta Desa Ronta, Desa Pontangoa, dan Desa Petumbea di Kecamatan Lembo Raya. Tak hanya merendam pemukiman warga, banjir juga menyebabkan jembatan perusahaan PT CAN yang menghubungkan beberapa wilayah nyaris ambruk terbawa arus sungai yang deras.

Selain itu, satu jembatan kabupaten putus, satu jembatan kabupaten terendam air setinggi 2 meter, lalu 4 titik jalan Trans-Sulawesi terendam yakni dua titik di Desa Korompeli, satu titik di Desa Kumpi, dan satu titik di Desa Wawopada.

Untuk Desa Pontangoa, ada sekitar 30 hektare persawahan warga yang terdampak banjir, lalu 1 hektare kebun sawit, 70 hektare kebun tanaman nilam, dan 2 hektare kebun jagung. Ada 13 warga dari wilayah Koronsusu yang dievakuasi menggunakan perahu katinting.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas