Jalur Jono Oge. (Foto: Ist)

Sigi, Metrosulawesi.id – Aksi begal atau kejahatan merampas barang milik orang lain di jalan, belakangan marak terjadi di area bekas Likuefaksi, Desa Jono Oge, Kabupaten Sigi. Meski begitu, belum ada satupun pelaku pembegalan yang tertangkap oleh pihak aparat maupun masyarakat setempat.

Seorang warga setempat Kasmin (54) , mengatakan, awalnya memang masih sebatas isu kalau tindak kriminal pembegalan telah terjadi di area liquifaksi tersebut.

“Ternyata sekitar seminggu yang lalu, ada perempuan asal Desa Sidera kembali menjadi korban untuk kesekian kalinya dan pelaku itu sempat dikejar oleh masyarakat di sini namun tidak berhasil lolos,” ungkapnya.

Kata dia, kondisi yang gelap serta panjangnya area liquifaksi itu memang bukan tidak mungkin akan adanya tindak criminal yang terjadi, namun dirinya menenggarai bahwa pelaku pembegalan tersebut bukanlah warga setempat.

Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri, Rabu 19 Juni 2019 mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat tentang adanya tindak pembegalan di area liquifaksi tersebut. Namun memang pihaknya telah mengantisipasi sejak pertama kali area tersebut kembali dilintasi oleh masyarakat setempat.

“Belum ada, tapi memang kita sudah mengantisipasi hal seperti ini dari waktu pertama kali area itu kembali dilintasi pengendara, mengingat minimnya penerangan serta jaraknya yang cukup jauh dari rumah-rumah warga,” tambahnya.

Untuk itu, Kapolres mengimbau kepada masyarakat di wilayah Sigi Biromaru maupun para pengendara tujuan Palu-Palolo yang melintas diarea liquifaksi Jono Oge diatas pukul 22.00 WITA untuk tetap menjaga keselamatannya.

“Kalau memang masih ada keperluan di atas jam tersebut bisa meminta bantuan keluarga lainnya untuk menemani, atau nanti dilanjutkan besok harinya lagi,” imbaunya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas