Home Ekonomi

Legislator Minta MTP Segera Dibangun Kembali

274
Hamsir. (Foto: Tahmil Burhanuddin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Geliat perekonomian di Kota Palu perlahan bangkit pasca bencana akhir tahun lalu. Namun sejumlah pusat perbelanjaan masih lumpuh total, salah satunya Mal Tatura Palu (MTP).

MTP tidak bisa lagi beroperasional akibat gedung salah satu pusat perbelanjaan modern di Kota Palu itu ambruk saat gempa bumi berkekuatan 7,4 SR menghantam Kota Palu dan sekitarnya.

Menurut anggota DPRD Kota Palu Hamsir BE, MTP harus dibangun kembali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurut Anggota Komisi C DPRD Kota Palu itu, meskipun saat ini masih ada pusat perbelanjaan modern lainnya yang beroperasional, namun MTP juga harus segera dibangun kembali.

“Sebab masyarakat kita di Kota Palu ini kan majemuk, ada yang suka berbelanja di pasar tradisional, ada juga yang suka di pasar modern. Mal Tatura harus dibangun lagi, meskipun masih ada Palu Grand Mal (PGM) tapi yang satu itu juga belum maksimal,” ungkap Hamsir.

Kata dia, pembangunan Mal Tatura Palu perlu disegerakan menggunakan anggaran dari dana asuransi mal milik pemerintah kota itu.

“Kalau saya tidak salah asuransinya keluar itu, sekitar Rp90 miliar. Saya tidak tahu pasti nilainya. Harus dibangun lagi kalau menurut saya, secepatnya agar kebutuhan masyrakat bisa terpenuhi,” jelasnya.

Kata dia, jika dana asuransi tersebut tidak mencukupi kebutuhan anggaran untuk pembangunan kembali mal milik pemerintah Kota Palu tersebut, ia menyarankan agar pengelola mengajak pihak ketiga untuk menjadi mitra agar pembangunan kembali MTP bisa terealisasi.

“Selain kebutuhan masyarakat, menurut saya Mal Tatura tempatnya juga sangat strategis,” tandasnya.

“Masyarakat punya uang ada di situ. Kalau itu tidak dibangun kembali, terus itu uangnya (dana asuransi) mau dikemanakan? Saya sangat setuju dibangun kembali kemudian dikelola secara profesional.”

Namun kata dia, jika pemerintah maupun pihak pengelola tidak mampu untuk mengelola ia menganjurkan agar dijual ke pihak lain agar MTP tetap ada.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas