Karyawan Bank BTN Syariah Kantor Cabang Pembantu Palu saat berpose di tempat pelayanan. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Bukan hanya perbankan konvensional yang memberikan jasa kredit kepada nasabahnya, akan tetapi perbankan syariah telah memberikan jasa produknya untuk kredit kepemilikan rumah (KPR) berupa pembiayaan KPR Syariah kepada nasabahnya.

SBH KCPS Palu Sulthon Agung mengatakan tidak menutup kemungkinan persaingan antara konvensional dan syariah terkait dengan penyaluran KPR ke masyarakat pasti akan berpengaruh. Tetapi, hal tersebut tinggal dari nasabah itu sendiri.

“Kami sudah melakukan promosi terkait dengan hal itu. Namun, banyak faktor yang menjadi penentu bagaimana nasabah akan memilih, pertama masalah pressing atau marjin dari Bank konvensional maupun syariah,” katanya, Rabu (19/6/2019).

Lanjut dia, ke dua terkait dengan keyakinan nasabah yang lebih ke konvensional maupun ke syariah. Termasuk masalah pelayanan di masing-masing bank tersebut.

“Semua bank pasti mengoptimalkan pelayanan, tapi di bank konvensional biasanya lebih menggunakan sistem bunga yang tidak tetap masa angsuran atau dikembalikan ke mekanisme pasar,” ujarnya.

Sementara itu, menurutnya setiap tahunnya tenor pembayaran KPR di konvensional selalu berubah sesuai dengan kenaikan inflasi atau penurunan mata uang. Sedangkan, kata dia, pembayaran sistem syariah sesuai dengan kesepakatan dari awal.

“20-30 tahun tenor pembayaran KPR, karena bunga harus mereka sesuaikan dengan kondisi pasar global. Syariah tetap konsisten tidak ada perubahan angsuran,” katanya.

Belum lama ini, meluncurkan program KPR Hits yang merupakan jenis KPR non subsidi memiliki keistimewaan dibandingkan produk pembiayaan perumahan milik BTN Syariah sebelumnya, yaitu menggunakan akad Musyarakah Mutanaqisah.

Akad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) merupakan fitur baru produk KPR dari BTN Syariah yang selama ini menggunakan akad Murabahah (jual beli) dan Istishna’ (jual beli pesanan).

“Selain akad yang digunakan, BTN Syariah juga menawarkan sejumlah keringanan yang lain bagi nasabah KPR Hits, di antaranya uang muka ringan mulai 1%, angsuran yang terjangkau dengan dua pilihan skema. Pertama, dengan ujroh atau uang sewa (fee) sebesar 7,75% fixed selama 3 tahun pertama,” jelasnya

Adapun unit ready stock yang dimaksud, menurut Iman, berbentuk properti baru maupun seken, dengan syarat memiliki dokumen legalitas properti yaitu SHM/SHGB dan IMB serta berada di lokasi yang marketable. Selain pembelian properti baru, KPR Hits juga dapat digunakan untuk take over dan top up.

“Minat masyarakat Kota Palu kebanyakan mengambil perumahan di harga jual subsidi. Artinya, kemampuan masyarakat rata-rata umumnya di bawah Rp300 juta atau Rp136 juta”.

Ia menjelaskan bagi bank konvensional, sistem bunga masih menjadi tonggak pada aplikasinya, sehingga pada simpanan pembiayaan (kredit) dalam hal ini KPR, sistem tersebut tetap diaplikasikan, yaitu dengan cara memberikan pinjaman uang oleh nasabah kepada bank.

“Dengan sistem pembayaran menggunakan bunga yang harus dibayar nasabah kepada bank dan tidak berubah selama jangka waktu yang telah ditentukan,” jelasnya.

Masih kata Sulthon, sejak beroperasi Januari 2018 di Kota Palu, salah satu anak perusahaan BUMN yaitu Bank Tabungan Negara (BTN) yang bergerak di bidang syariah telah memiliki sebanyak ribuan nasabah.

“Kita bisnis di perumahan, maka kami menjalin kerjasama dengan mitra seperti Real State Indonesia (REI) Sulteng, cukup banyak juga nasabah yang beralih ke BTN Syariah,” ungkapnya.

Sementara itu, nasabah di bank tersebut terdiri dari penabung dan pinjaman KPR FLPP dan Subsidi. Lebih lanjut dia menjelaskan perbedaan dengan Bank konvensional adalah nasabah harus mengembalikan sejumlah bunga yang telah disepakati. Sedangkan, perbankan syariah berdasarkan akad titipan bisa memberikan bonus maupun sistem bagi hasil.

“Produk kami juga banyak termasuk program, dari tabungan Batarah IB yang memakai akad Wadiah atau titipan dan tabungan Batarah prima IB dengan akad Mudharabah prinsipnya investasi,” jelasnya.

BTN Syariah Palu juga menawarkan tabungan haji dan umroh kepada nasabah. Selain itu, ada juga program tabungan emas, tabungan qurban dan tabungan Simpanan pelajar.

“Target Dana Pihak Ketiga (DPK) ditahun ini kami tidak bisa sampaikan itu terkait internal perusahaan. Tapi, kami tetap yakin bahwa tahun ini menunjukkan tren positif,” tutupnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas