Ansyar Sutiadi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id –  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu H Ansyar Sutiadi mengungkapkan, penggunaan atribut kepala sesuai daerah asal masing-masing peserta didik seperti Siga, Sampolu dan Blangkon serta lainnya tetap berjalan pada sekolah-sekolah.

“Nanti kami akan lakukan evaluasi terhadap penggunaan atribut daerah tersebut, bahkan mempertegas. Karena ini adalah implementasi dari nilai-nilai budaya bangsa, agar anak didik kita dapat memahami keberagaman, serta dapat menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia,” kata Ansyar di ruang kerjanya, Selasa, 18 Juni 2019.

Ansyar mengatakan, penggunaan atribut daerah ini dapat menanamkan nilai-nilai bangsa kepada peserta didik.

“Evaluasi yang kami lakukan yakni mengeluarkan surat edaran untuk mempertegas kembali,” imbuh Ansyar.

Ansyar mengatakan, pihaknya memahami pasca bencana ada sedikit penurunan semangat penggunaan atribut daerah tersebut. Olehnya itu pihaknya akan mendorong lagi agar semangat itu bangkit kembali.

“Karena penggunaan atribut daerah ini adalah bagian dari pembelajaran karakter, kebangsaan dalam bentuk budaya,” ungkapnya.

Olehnya itu kata Ansyar, penanaman budaya ini diharapkan dilanjutkan lagi, karena di dalamnya juga ada program menyanyikan lagu-lagu daerah dan nasional.

“Penanaman nilai-nilai persatuan, keberagaman ini dapat dilaksanakan, sehingga NKRI ini bisa tetap terjaga keberlangsungannya. Paham-paham lain itu bisa kita kikis melalui nilai-nilai nasionalisme,” ujarnya.

Kata dia, tiap Kamis akan ditegaskan kembali kepada sekolah agar siswa wajib menggunakan atribut daerah tersebut.

“Dalam waktu dekat saya akan buatkan surat edaran kepada sekolah di jenjang SD, SMP bahkan TK agar siswanya diinstruksikan untuk menggunakan atribut kepala sesuai asalnya masing-masing. Insya Allah kita akan dorong lagi,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas