Sofyan Farid Lembah. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Tujuh bulan berlalu. Penanganan kasus minuman keras (Miras) yang menewaskan belasan warga, hingga kini masih tertahan di Polres Palu.

Kasus Miras yang menewaskan 18 orang itu adalah produk lokal Palu. Sampai saat ini kasus ini terkesan jalan di tempat.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulteng, Sofyan Farid Lembah, mengatakan pihaknya telah mendapatkan informasi bahwa sudah ada tersangka dalam kasus Miras maut tersebut, dan hari ini (Selasa, 18 Juni 2019_Red) diperiksa di Reskrim Polres Palu.

“Informasinya hari ini (kemarin,red) pemeriksaan tersangka. Dan untuk tersangkanya silakan tanya ke pihak kepolisian,” tulis Sofyan melalui pesan WA-nya kepada Metrosulawesi, Selasa 18 Juni 2019.

Sebelumnya sempat beredar isu, ada upaya pihak lain yang mencoba menyelesaikan kasus itu secara kekeluargaan. Sofyan yang dimintai komentarnya soal itu, mengaku bahwa hal itu bukan wewenang lembaganya.

Sofyan mengatakan, pihaknya sudah mengingatkan agar keluarga 18 korban yang meninggal perlu disantuni.

“Hal tersebut informasinya sudah dilakukan oleh pihak pemilik pabrik miras tersebut. Selanjutnya terserah pihak kepolisian, dan saya tidak campuri, itu kewenangan polisi. Pihak kepolisian tahu apa yang harus mereka lakukan,” tambahnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Palu, AKP Kristian Holmes Saragih.SIK, saat dikonfirmasi Metrosulawesi, Selasa 18 Juni 2019, terkait dengan perkembangan kasus itu mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut, hanya saja dirinya tidak menjelaskan secara terperinci sampai dimana perkembangan kasus itu.

“Kami masih melakukan penyelidiakan,” ucapnya.

Terkait dengan informasi bahwa sudah ada penetapan tersangka atas kasus yang mengakibatkan kematian belasan warga Kota Palu itu, AKP Kristian Holmes Saragih.SIK, belum bisa memberikan jawaban.

“Kami masih bekerja, dan kasus ini kami sudah tangani sesuai prosedur,” tegasnya.

Seperti yang diketahui kasus Miras maut yang mengakibatkan 18 orang meninggal dunia itu, sudah berjalan selama 7 bulan, dan hingga saat ini belum ada kejelasan sampai dimana kasus tersebut.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas