Home Ekonomi

Pemanfaatan TTG Dapat Memberikan Keuntungan

BUKA PELATIHAN - Sekretaris Dinas Perindag Sulteng, Hj Mahnila Yotolembah mengalungkan tanda peserta kepada perwakilan peserta pelatihan pembuatan alat teknologi tepat guna, Selasa 18 Juni 2019. (Foto: Sahril/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Penggunaan teknologi tepat guna (TTG) secara optimal diyakini dapat meningkatkan pendapat masyarakat. Selain itu juga memberikan nilai tambah produk, perbaikan mutu, dan membantu mewujudkan usaha yang produktif dan efektif.

Karena itulah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Sulteng memberdayakan masyarakat dengan membuat pelatihan pembuatan alat teknologi tepat guna, Selasa 18 Juni 2019.

‘’Implementasi teknologi tepat guna merupakan strategi untuk mengoptimalkan semua aspek sumber daya lokal secara berkelanjutan yang mampu memberikan nilai tambah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,’’ kata Sekretaris Dinas Perindag Sulteng Hj Manila Yotolembah dalam sambutannya membuka kegiatan itu.

Mahnila berharap dengan memanfaatkan teknologi tepat guna dapat memberikan manfaat sesuai kebutuhan dan mempermudah dalam hal mata pencaharian masyarakat.

‘’Sebab tujuan dari teknologi tepat guna memang untuk menyelesaikan masalah yang dialami masyarakat,’’ katanya.

Dia juga mengatakan orientasi pada pemanfaatan teknologi tepat guna adalah sesuai dengan kearifan potensi lokal.

Mahnila memastikan pemanfaatan teknologi tepat guna dapat memberikan kemudahan dan keuntungan yang besar. Sehingga melalui teknologi tepat guna dapat berpengaruh pada kondisi ekonomi masyarakat.

‘’Itulah salah satu faktor mengapa teknologi tepat guna itu harus sesuai dengan pekerjaan yang ada di masyarakat,’’ jelasnya.

Dia mencontohkan dalam bidang pertanian telah ditemukan sebuah teknologi untuk menggarap tanah pertanian. Awalnya cangkul, lalu membajak sawah dengan menggunakan ternak sapi atau kerbau, sekarang ini ada traktor sederhana yang dioperasikan petani. Selain itu ada teknologi tepat guna yakni mesin perontok padi.

Contoh lain di bidang industri pembuatan tahu, tempe, serta penjualan kacang mete mentah dan matang. Awalnya proses pengupasan kulit kedelai dengan cara menginjak-injak, sekarang proses itu sudah menggunakan mesin.

‘’Dengan menggunakan teknologi tepat guna petani maupun pelaku usaha semakin mudah dalam proses produksi,’’ kata Mahnila.

Dia megatakan peran penting teknologi tepat guna dapat memberikan nilai tambah produk, memberikan standar keamanan produk, meningkatkan efisiensi kerja, mempertinggi higienitas produk, hingga meningkatkan daya saing produk, dan membuka lapangan kerja baru.

Reporter: Sahril
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas