Home Ekonomi

Pasca Lebaran, Konsumsi Tahu Meningkat

Hasil akhir dari pabrik yang memproduksi tahu di Jalan Jati Kelurahan Nunu Kecamatan Tatanga Kota Palu. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pasca hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, konsumsi makanan jenis tahu meningkat di masyarakat di Kota Palu.

Hal tersebut diungkapkan Hasanuddin, Penanggung Jawab Usaha Pabrik Tahu Afifah saat ditemui Metrosulawesi, Selasa (18/6/2019).

Menurutnya, dua hari pasca lebaran usaha tersebut mengelola sebanyak 4 ton kedelai atau 260 rebusan setiap harinya. Sedangkan, di bulan Ramadan produksi tahu sempat mengalami penurunan sekitar 150 rebusan.

“Kami kebanyakan pakai kedelai impor, sebenarnya paling bagus gunakan kedelai lokal karena rasanya disamping gurih, sarinya pun terbilang banyak. Tapi, mau bagaimana produksi kita tidak bisa berharap banyak dari pasokan kedelai lokal usaha ini harus tetap lanjut,” ujarnya.

Pabrik yang berlokasi di Jalan Jati No 81 Kelurahan Nunu Kecamatan Tatanga Kota Palu ini cukup lumayan banyak masyarakat yang datang tempat tersebut untuk membeli tahu dari hasil produksi.

Sementara itu, ia mengakui kedelai impor yang dibelinya seharga Rp78-Rp78 ribu perkilogram. Sedangkan, kedelai lokal didatangkan dari daerah Kabupaten Parigi Moutong dan Tojo Una-Una harganya pun lebih murah sekitar Rp7 ribu perkilogram.

“Kalau kedelai lokal kadang juga kurang bagus, banyak kotoran dan kadang kurang kering kedelainya, entah itu dari petani atau dari pedagang yang menyebabkan seperti itu, untuk impor pasti sudah terjamin kualitasnya,” ujarnya menambahkan.

Selain itu, harga tahu yang ditawarkan ke pedagang kurang lebih sekitar Rp36 ribu/cetak. Apalagi, kata dia, kebanyakan penjual siomay dan pedagang sayur yang memesan.

“Untuk pedagang sayur kebanyakan pesan sampai 15 cetak rebusan tahu. Dan penjual siomay paling hanya 3 cetak rebusan,” ungkapnya.

Sementara, kata Hasanuddin tingkat pemasaran masih di sekitar Kota Palu. Untuk Itu, ke depan pihaknya akan melakukan penjualan ke berbagai daerah Kabupaten di Sulawesi Tengah.

“Kemungkinan ada rencana memasarkan produksi ini ke luar Kota Palu. Namun, saat masih fikirkan kedepannya,” pungkasnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas