PENGUKUHAN SATGAS - Kadisdikbud Kota Palu Ansyar Sutiadi didampingi Kepala BNNK Palu saat mengukuhkan sejumlah siswa dan guru untuk menjadi Satgas BNN, di halaman SMPN 5 Palu Sabtu, 6 April 2019. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)
  • BNNK Palu

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu AKBP Abire Nusu mengungkapkan, tahun ini BNNK Palu akan membentuk Satgas Anti Narkoba di jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs).

“Jika untuk jenjang SMP di Palu kami telah bentuk Satgas Anti Narkoba di seluruh sekolahnya, sementara yang belum dibentuk Satgas tersebut pada  jenjang MTs. Tetapi Insya Allah kita juga akan bentuk,” ujar Abire di Palu belum lama ini.

Kata Abire, BNNK Palu target bentuk Satgas Anti Narkoba tahun ini setelah kegiatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019.

“BNNK Palu juga sudah mulai membentuk Satgas di setiap Kelurahan, nanti kami akan latih Satgas di wilayah se-Kecamatan Tatanga serta ditambah dengan Kelurahan Watusampu,” ungkapnya.

Soal indikasi narkoba di kalangan pelajar, Abire mengungkapkan, setelah pihaknya mendatangi tiga sekolah di Palu, BNNK Palu menemukan kurang lebih 70 pelajar SMP terindikasi.

“Olehnya itu kita berupaya dengan adanya Satgas Anti Narkoba dapat  menekan atau mengurangi indikasi narkoba di kalangan pelajar,” ujarnya.

Abire mengatakan BNNK Palu telah meminta semua pihak berperan dalam memberantas narkoba, baik itu dari aparat pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, sementara dikalangan sekolah pihaknya meminta guru dan orang tua diharapkan juga ikut berperan dalam memberantas narkoba baik itu di lingkungan rumah maupaun di lingkungan sekolah.

Sebelumya, Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu menggelar Gebyar Anti Narkoba dalam rangka Pengukuhan Satgas BNN.

Sebanyak 1.500 siswa dan guru SMP dan MTs Negeri/Swasta se-Kota Palu dikukuhkan menjadi Satgas BNNK Palu dalam mencegah peredaran narkoba di kalangan pelajar serta lingkungan sekolah, kegiatan tersebut diadakan di SMP Negeri 5 Palu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu Ansyar Sutiadi mengatakan dengan adanya Satgas BNN di sekolah, dapat menjadi sekolah di Palu bersih dari peredaran narkoba, sehingga peserta didik bisa mengerti betul apa dari bahaya terhadap pengunaan narkoba tersebut.

“Dalam satu sekolah ada 30 Satgas yang terdiri dari guru, tenaga administrasi dan peserta didik. Satgas ini diharapkan mampu memonitoring dan mengendalikan serta mengajak sehabatnya, baik itu guru dan siswa, agar betul-betul sekolah tersebut bebas dari pengaruh narkoba,” ujarnya.

Setiap anggota satgas kata Ansyar, ditugaskan untuk memonitoring dan memastikan 10 sampai 15 siswa lainnya di sekolah masing-masing terbebas dari pengaruh penyalahgunaan narkotika. Jika hal itu terwujud dan berjalan lancar, dipastikan siswa tingkat SMP di Kota Palu terbebas dari pengaruh penyalahgunaan narkoba.

“Jumlah peserta didik tingkat SMP di Kota Palu sebesar 18 ribu orang, jika setiap anggota satgas ini berperan aktif memonitoring dan memastikan 10 sampai 15 siswa lainnya, maka di sekolah tersebut terbebas dari pengaruh penyalahgunaan narkotika,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas