Home Palu

Pemerintah Segera Razia Penghuni Huntara

Kondisi halaman Masjid Agung Palu yang dijadikan lokasi pengungsian pascabencana alam, 28 September 2019 lalu. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)
  • Camat Sebut Ada yang Tak Berhak Huni Huntara

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kota Palu pekan ini, akan membongkar tenda pengungsian di halaman Masjid Agung Palu. Penghuninya akan direlokasi ke hunian sementara (Huntara) di Jalan Asam III, yang dibangun oleh Kompas.

Rencana pembongkaran itu disampaikan oleh Camat Palu Barat, Kapau Bauwo, saat ditemui di sela kegiatan aksi bersih seputaran Masjid Agung Palu yang dilaksanakan oleh TNI, Polri dan warga serta instansi pemerintah, Jumat 14 Juni 2019.

“Relokasi akan dilaksanakan dalam waktu dekat, paling lama minggu ini, dan pembongkaran akan kami lakukan bersama dengan instansi terkait, seperti dari pihak Kodim Donggala dan Polres Palu,” ungkapnya.

Kapau Bauwo menegaskan bahwa pembongkaran tenda-tenda itu dilakukan dikarenakan tenda-tenda yang saat ini sudah kosong digunakan oleh okum-oknum tertentu untuk perbuatan yang tidak diinginkan, belum lagi kesan kumuh yang jelas terlihat.

“Pemerintah Kota mengingikan segera dilakukan pembongkaran, dan dalam pelaksanaan pembongkaran dan pembersihan, karena tenda-tenda yang sudah kosong yang ditinggalkan pengungsinya, dapat disalahgunakan oleh oknum-oknum untuk berbuat hal-hal yang tidak pantas, seperti digunakan untuk bersembunyi saat menggunakan narkoba, main judi hingga selingkuh di dalam tenda,” jelasnya.

“Kami tegaskan, memasuki 9 bulan pasca bencana alam, kami akan melakukan pembongkaran dan pembersihan tenda pengungsian yang ada di halaman Masjid Agung,” tegasnya Kapau Bauwo.

Kapau Bauwo.  (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

Lebih jauh Camat Palu Barat, Kapau Bauwo menyampaikan bahwa di lokasi huntara yang dibangun oleh Kompas itu, tidak semua pengungsi yang ada di Masjid Agung akan masuk dalam Huntara. Sebab, kata dia masih ada sebagian warga yang masih memiliki rumah layak huni atau telah mereka perbaiki sendiri.

Sebanyak 99 KK yang tercatat mendapatkan Huntara, jadi dari 315 KK yang saat ini mengungsi hanya 99 KK yang nantinya akan direlokasi ke jalan Asam III.

“Di sini sebagian ada warga yang dulunya tinggal di kos-kosan, dan warga yang dulunya tinggal di kos-kosan, tidak akan mendapat huntara, dan kami akan melakukan penertiban di Huntara, dikarenakan ada pengungsi yang seharusnya tidak menerima Huntara, namun ikut masuk ke Huntara,” ucapnya.

“Warga yang sebelumnya hanya tinggal di kos-kosan, sudah membongkar pintu untuk tinggal di huntara, makanya saya minta bantuan TNI dan Polri untuk menertibkan, agar warga yang patut mendapat Huntara, dapat tinggal di sana,” pungkasnya.

Saat ini warga yang tinggal di tenda-tenda pengungsian Masjid Agung, merupakan warga dari kelurahan Lere dan Kelurahan Baru, yang rumahnya kerap tergenag air laut saat pasang, pasca bencana alam 28 September lalu.

Salah seorang ibu rumah tangga, Fatma, pengungsi di halaman Masjid Agung, mengatakan bahwa relokasi sebaiknya dilakukan secepatnya, disebabkan karena tenda pengungsian yang sudah tidak layak lagi, dan banyak ditemukan tenda sudah berlubang. Dia meminta kepada pemerintah terkait untuk memberikan huntara, kepada warga yang memang layak mendapatkan huntara.

“Kami senang akan segera pindah dari huntara, namun berikanlah huntara itu sama warga yang berhak, dan tolong diawasi siapa warga yang patut mendapat huntara. Namun kepada pemerintah dapat mencarikan solusi bagi warga yang tidak mendapat hunian, kasian mereka, mau ngekos tapi belum punya kerja untuk bayar sewa,” harapnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas