Home Donggala

Proyek 81 SD Harus Selesai Tahun Ini

252
Bangunan rumah dinas SD Satu Atap Dusun 5 kebun kopi Desa Nupabomba. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Anggaran dari pemerintah pusat yang diturunkan ke daerah untuk pembangunan sarana pendidikan tingkat sekolah dasar (SD) tahun 2019 ini nilainya sangat besar. Dinas dan sekolah yang menerima harus benar-benar bertanggung jawab dalam pelaksanaannya di lapangan.

Seperti pembangunan sekolah dasar satu atap di Dusun V Kebun Kopi Desa Nupabomba Kecamatan Tanantovea. Pantauan Metrosulawesi (8/6) di lapangan papan proyek yang dipasang tertulis pekerjaan sistem swakelola tersebut (TPRSD)  merehabilitasi 4 ruang kelas, 2 rumah dinas, 2 ruang belajar baru, dan 1 kantor dengan nilai kontrak 1 miliar lebih.

“Coba bapak liat pembangunannya belum ada yang selesai, padahal di papan proyek kontraknya sampai bulan Juni ini, bagiamana itu?,” Kata Aep, warga kebun kopi.

Terpisah, Kadis Dikjar melalui kepala bidang pendidikan dasar (SD) Asdin, terkait pengelolaan dana swakelola pembangunan sekolah dasar menjelaskan bahwa proyek yang turun sekarang ini adalah bersumber dari APBN sifatnya bansos, jadi harus hati-hati dalam mengelola dana yang mencapai miliaran itu.

Kata Asdin lagi untuk Kabupaten Donggala dari 300 lebih sekolah dasar (SD) yang menerima bantuan sosial untuk pembangunan sekolah hanya 81 sekolah saja dan sistem pencairan dananya bertahap.

“Kalau seperti temuannya komiu (kamu) di kebun kopi itu bisa saja kekeliruan ada di papan proyek, sebab jika batas waktu bulan Juni harus selesai tapi progresnya di lapangan tidak sama artinya pihak sekolah harus membuat kontrak baru lagi, dan segera mengubah papan proyek itu, SD satu atap kebun kopi sudah melakukan pencairan dana dua kali,” sebutnya siang kemarin (13/6).  

“Saya tegaskan untuk seluruh pihak sekolah agar tidak main-main dalam pengerjaan proyek swakelola, karena sistem dari dana bantuan sosial semua pekerjaan harus selesai tahun ini dan tidak bisa lompat tahun sebab dananya sudah ada, kepsek tidak bisa beralasan macam-macam lagi kalau pekerjaan tidak selesai,” tegasnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas