Sumarno. (Foto: Dok Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Masyarakat Sulteng, khususnya Kota Palu dalam waktu dekat memiliki pilihan baru transportasi berbasis aplikasi (online). Itu karena salah satu perusahaan taksi terkemuka yang berkantor di Makassar yaitu Bosowa taksi akan segera beroperasi di Sulteng.

Kepala Bidang Angkutan Jalan, Keselamatan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub) Sulteng Sumarno mengungkapkan saat ini Bosowa taksi telah mengantongi izin operasi di daerahnya.

“Izin operasi Bosowa taksi sudah keluar bulan Mei, tinggal menunggu ramp check kendaraan,” ungkap Sumarno kepada Metrosulawesi, Kamis, 13 Juni 2019.

Dia memaastikan Bosowa taksi akan beroperasi dengan layanan berbasis aplikasi online sebagaiman pendahulunya Grab dan Gojek. Bahkan kemungkinan kata Sumarno, Bosowa taksi akan bekerjasama dengan Grab atau Gojek.

“Tapi bisa jadi nanti Bosowa taksi memiliki aplikasi sendiri seperti Grab dan Gojek,” ucapnya.

Menurut Sumarno, kehadiran Bosowa taksi di daerahnya akan membawa dampak positif dalam persaingan jasa transpotasi. Masyarakat akan memiliki pilihan baru untuk bepergian ke tujuan tertentu. Selain itu, operasional Bosowa taksi juga akan menambah pendapatan daerah dari sumber retribusi.

Dishub Sulteng kata Sumarno tinggal menunggu permohonan ramp check terhadap unit kendaraan Bosowa yang akan segera beroperasi. Setelah pemeriksaan selesai dan kendaraan dinyatakan laik operasi, Bosowa taksi dipastikan bisa langsung membuka layanan.

“Bosowa taksi memiliki waktu hingga September mendatang untuk mengajukan permohonan ramp check kendaraan. Tapi beberapa hari lalu sudah ada yang mulai diperiksa tim kami sekitar 10 unit, hanya saja satu unit dinyatakan tidak bisa beroperasi karena menggunakan nomor polisi (plat) DD,” ujar Sumarno.

Dia berharap kehadiran Bosowa taksi bisa diterima semua pihak karena telah memiliki izin resmi. Kepada taksi konvensional Sumarno juga mengharapkan bisa segera beralih ke sistem aplikasi.

“Kita tidak bisa larang taksi online beroperasi sepanjang telah memiliki izin, makanya taksi konvesional harus segera beralih agar tidak kalah bersaing,” tandas Sumarno.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas