Home Palu

Nurkholis, Siswa SD Pinggiran Palu yang Go Nasional

TAMPIL - Nurkholis, Siswa SDN Poboya saat menceritakan dongeng Bencana Tsunami dan Gempa Bumi di studio rekaman beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Nurkholis Fajar, siswa SD Negeri Poboya berhasil lolos mengikuti ajang Festival dan Lomba Literasi Nasional Sekolah Dasar 2019 di Jakarta pada cabang mendongeng.

Kepala SDN Poboya Dadang mengungkapkan, dari 5000 peserta, nama siswa SDN Poboya ini masuk dalamnya untuk berlaga di tingkat nasional.

“Penilaiannya menggunakan sistem ranking, sehingga peringkat yang diraih oleh Nurkholis bukan mewakili provinsi, tetapi perwakilan ranking se-Indonesia. SDN Poboya masuk diperingkat 34 besar secara nasional pada bidang mendongeng, dan Provinsi Sulteng yang berhasil lolos ke Nasional pada ajang tersebut adalah siswa dari SDN Poboya, sementara siswa SDN Inpres 3 Birobuli lolos di cabang Puisi,” jelas Dadang di ruang kerjanya, Rabu, 12 Juni 2019.

Kata dia, hanya sekolah dari Sulteng yang lolos mneggeser siswa dari provinsi di Sulawesi lainnya, seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan. “Sesuai jadwal, lomba akan dilaksanakan pada tanggal 21-24 Juli 2019 di Tangerang,” ungkapnya.

Dadang mengaku akan melatih siswanya secara intensif. Mulai minggu ini, pihaknya akan membuat suatu karya atau cerita dogeng yang terbaik untuk dibawa ke tingkat nasional.

“Sebelumnya Nurkholis membawa judul dogeng Bencana Tsunami dan Gempa Bumi di Kota Palu. Mekanisme perlombaannya kemarin dengan membawa Nurkholis ke studio kemudian dilakukan perekaman video. Setelah itu di kirim di Youtube, dan dilakukan penilaian dari Jakarta. Jadi memang ini dinilai secara murni dari Jakarta,” ujarnya.

Dadang mengungkapkan sebanyak 12 orang yang mengirim video ke Jakarta dengan masing-masing cerita dongeng yang berbeda, namun yang diterima hanya satu orang.

“Se-Kota Palu itu sekitar 90 orang yang ikut, namun yang berhasil hanya dua orang saja, siswa dari SDN Poboya dan siswa dari SDN Inpres 3 Birobuli,” katanya.

Dadang berharap siswanya tidak terlalu mengejar target harus juara, tetapi yang terpenting siswanya tampil dengan baik, percaya diri dan tidak salah konsep. Jikapun juara, itu adalah bonus.

“Jadi kami mengikuti lomba ini bukan target mengejar juara, tetapi target kami menampilkan yang terbaik,” ungkapnya.

Kata Dadang, Nurkholis yang saat ini duduk di kelas 5 SDN Poboya merupakan siswa berprestasi, sebab telah tiga kali lolos ke tingkat nasional.

“Pada Juni 2018, Nurkholis berhasil masuk di Lomba Dokter Kecil Mahir Gizi dengan meraih Juara II di Jakarta. Kemudian Desember 2018, lolos pada cabang Lomba Puisi tingkat nasional dengan meraih Juara Harapan I. Tahun ini kembali lolos di tingkat nasional mengikuti lomba dongeng,” ujarnya.    

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi mengapresiasi Kepala SDN POBOYA atas prestasi yang diraih peserta didiknya.

“Semoga pada lomba tingkat nasional dapat meraih prestasi yang gemilang. Perlu diketahui, pendidikan Kota Palu dalam tiga tahun terakhir terus meraih prestasi di bidang akademik, olahraga dan seni budaya, baik itu di tingkat nasional maupun internasional, serta mendapatkan penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam peningkatan mutu pendidikan,” ujar Ansyar.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas