Home Sulteng

Kejati-Kemenkumham Bahas Penegakan Hukum

229
BERBINCANG - Kakanwil Kemenkumham Sulteng Zulkifli (kiri) saat menerima kunjungan Kajati Sulteng Muhammad Rum di Ruang Kerjanya, Selasa, 11 Juni 2019. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah (Kemenkumham) Zulkifli menerima kunjungan dari Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Tengah Muhammad Rum di Palu, Selasa, 11 Juni. Kajati Sulteng disambut baik oleh Kakanwil Kemenkumham Sulteng didampingi oleh Kepala Bagian Program dan Hubungan Masyarakat Muhammad Said.

Kedatangan Kajati merupakan kunjungan balasan yang sebelumnya dilakukan Kakanwil Zulkifli ke Kantor Kejati Sulteng. Selain itu sekaligus menjalin silaturahmi mengingat saat ini masih dalam momentum Idul Fitri 1440 H.

Dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa hal terkait penegakan hukum di wilayah Sulawesi Tengah. Diharapkan bersama mitra kerja jajaran penegak hukum Dilkumjakpol (Pengadilan, Kemenkumham, Kejaksaan, dan Polisi) pelaksanaan tugas dan fungsi instansi-instansi penegak hukum dapat bekerjasama untuk mengurangi tingkat kriminalitas.

“Sekaligus juga penanganan overload kapasitas pada Lapas/Rutan yang ada di Sulawesi Tengah, termasuk penyelesaian beberapa kasus yang membutuhkan kolaborasi antara Kemenkumham, Kejaksaan, Pengadilan dan juga Kepolisian,” ujar Zulkifli.

Kakanwil juga mengharapkan agar kedepannya kerjasama antara Kejaksaan Tinggi dan Kemenkumham berdampak baik terhadap pelaksanaan tugas pada masing-masing institusi penegak hukum di Sulawesi Tengah.

“Sehingga dalam setiap penyelesaian masalah akan mendapatkan solusi terbaik dan tuntas penyelesaiannya,” ucap dia.

Fungsi Rupbasan yang menjadi tempat penyimpanan benda sitaan dan barang rampasan negara yang merupakan wewenang oleh penyidik tak luput dari pembahasan. Kedua instansi sepakat untuk melakukan pembahasan lebih lanjut melalui forum Dilkumjakpol yang akan secara rutin dilaksanakan.

Dengan begitu permasalahan-permasalahan penegakan hukum di Provinsi Sulawesi Tengah termasuk penempatan benda sitaan negara dapat diatasi dan mendapatkan solusi terbaik.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas