Home Hukum & Kriminal

Polres Palu Bantah Tangkap Pengancam Jokowi

234
Ilustrasi. (Foto: Dok. Djunaedi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kasat Reskrim Polres Palu, AKP Kristian Holmes Saragih menegaskan, Muhammad Fahri, yang diduga mengancam ingin membunuh Jokowi dan Wiranto diserahkan oleh pihak keluarganya sendiri ke polisi, bukan ditangkap.

Hal itu diungkapkan Kristian Holmes Saragih mengklarifikasi beredarnya pemberitaan yang menyatakan bahwa kepolisian menangkap Muhammad Fahri.

“Tidak ada penangkapan terhadap dia (Fahri). Pihak keluarga besar Alkhairaat melalui Habib Husein, mempercayakan dan menyerahkan dia ke Satreskrim Polres Palu, untuk selanjutnya diserahkan ke penyidik Polda Metro Jaya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Palu, AKP Kristian Holmes Saragih.SIK, saat di temui di Mapolres Palu, Selasa 11 Juni 2019.

Penyerahan M Fahri langsung ke Sat Reskrim Polres Palu dilakukan pada Sabtu 1 Juni 2019. Kasat mengatakan bahwa, hal itu dilakukan karenakan pihak keluarga sudah mendapat informasi yang menyatakan bahwa Fahri, sudah dicari oleh pihak Polda Metrojaya. Hal itu dilakukan keluarga besar Alkhairaat untuk mendukung penegakan hukum.

“Ini adalah bukti yang menyatakan bahwa, pihak keluarga mendukung tugas kepolisian, dengan menyerahkanya ke pihak kami, dan selanjutnya kami teruskan ke Polda Metro Jaya, untuk kepentingan proses hukum yang ada,” jelasnya.

Mantan Kasat Reskrim Polres Poso itu menjelaskan bahwa, dalam proses penyerahanya ke Polda Metro Jaya, M.Fahri, juga terus ditemani oleh pihak keluarga, yakni Habib Husein.

“Jadi, Habib Husein menemani M.Fahri, hingga ke Polda Metro Jaya. Bukan Habib Husein ditahan di Polda Metro Jaya., seperti isu yang beredar?,” tegasnya.

“Bila ada informasi yang menyatakan Habib Husein ditahan di Polda Metro Jaya, saya pastikan itu berita bohong, itu hoax, dan segera laporkan ke kami,” tegasnya.

Ditahan 20 Hari

Muhammad Fahri kini ditahan polisi selama 20 hari untuk mempermudah pemeriksaan.

“Iya sudah ditahan sejak 1 Juni 2019 lalu, sesuai aturan (20 hari),” kata Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Sapta Maulana Marpaung saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Sejak ditahan, Fahri dimasukkan ke ruang tahanan di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya untuk waktu selama 20 hari.

Sebelumnya, video ancaman itu beredar di Twitter dan WhatsApp. Video tersebut menayangkan dua orang pria. Satu pria mengenakan pakaian putih dan bersorban hijau yang diikat di kepala. Pria lainnya mengenakan jaket kulit dan sorban berwarna gelap.

Video berdurasi 53 detik itu berisi ancaman kepada Jokowi dan Wiranto. Ancaman diucapkan oleh pria bersorban hijau, sementara itu, pria yang bersorban gelap berperan sebagai perekam video dengan mode vlog.

Kemudian, Relawan Joko Widodo, C Suhadi melaporkan seseorang yang mengancam akan membunuh Jokowi dan Wiranto ke polisi. Ketua Umum Negeriku Indonesia Jaya (Ninja) itu memperkarakan pengancam dengan tuduhan makar.

“Saya sebagai bangsa enggak senang Kepala Negara dicaci maki. Sebagai rakyat dan relawan Jokowi saya tidak suka Presiden dicaci begitu, apalagi diancam mau dibunuh dan sebagainya,” kata Suhadi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (24/5).

Suhadi membuat laporan ke Polda Metro Jaya pada Rabu, 22 Mei 2019. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/3212/V/2019/PMJ/ Dit Reskrimum. Pasal yang disangkakan ialah makar atau pemufakatan jahat Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP.

“Saya melaporkan berkaitan makar karena itu ada kata-kata bunuh Presiden. Ada beberapa pasal lain juga saya laporkan,” ujar dia.

Dalam laporan Suhadi menyertakan barang bukti berupa video. Ia mengaku pertama kali mendapatkan video dari grup perpesanan WhatsApp. (edy/***)

Reporter: Djunaedi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas