Kepala Bidang Statistik dan Distribusi BPS Sulteng Gamal Abdul Nasser menjelaskan terkait kondisi penumpang udara dan laut di BPS Sulteng, Senin, 10 Juni 2019. (Foto: Pataruddin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah mencatat adanya penurunan pada dua sarana transportasi, yaitu udara dan laut. Pada April 2019, dari sebanyak 843 frekuensi penerbangan datang melalui tujuh bandar udara utama di Sulawesi Tengah, terdapat 120.693 aktivitas penumpang yang terdiri dari 60.301 orang penumpang berangkat, 57.150 orang penumpang datang, dan 3.242 orang penumpang transit.

“Jumlah penumpang tertinggi dilayani melalui Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri (Palu) yakni mencapai 88.698 orang. Selanjutnya dilayani melalui Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir (Luwuk) sebanyak 19.656 orang, Bungku (Morowali) sebanyak 4.743 orang, Kasiguncu (Poso) sebanyak 1.986 orang, Sultan Bantilan (Tolitoli) sebanyak 2.055 orang, Pogogul (Buol) sebanyak 2.340 orang, dan Tanjung Api (Ampana) sebanyak 1.215 orang,” kata Kepala Bidang Statistik dan Distribusi BPS Sulawesi Tengah, Gamal Abdul nasser, Senin, 10 Juni 2019.

Menurut Gamal, cibandingkan Maret 2019, terjadi penurunan frekuensi penerbangan pesawat berangkat dan datang masing-masing sebesar 7,87 selama April 2019, jumlah penumpang angkutan udara dan angkutan laut masing-masing tercatat 120.693 orang dan 4.039 orang.

Sementara itu, jumlah aktivitas penumpang berangkat, datang dan transit juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 7,46 persen, 18,97 persen, dan 4,08 persen. Dibandingkan periode yang sama tahun 2018, terjadi penurunan frekuensi penerbangan pada Januari-April 2019 yakni sebesar 17,11 persen pesawat berangkat dan 14,90 persen pesawat datang. Jumlah aktivitas penumpang juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 13,25 persen penumpang berangkat, 8,27 persen penumpang datang, dan 34,37 persen penumpang transit.

Volume barang yang dibongkar melalui bandar udara selama April 2019 tercatat 778,13 ton (termasuk paket pos sebesar 7,28 ton) atau turun 6,42 persen dibandingkan Maret 2019. Sementara itu, barang yang dimuat tercatat 446,07 ton (termasuk paket pos sebesar 5,53 ton) atau turun 15,50 persen. Dibandingkan periode yang sama tahun 2018, volume barang yang dibongkar dan dimuat pada Januari-April 2019 mengalami penurunan masing-masing sebesar 24,86 persen dan 61,31 persen.

Sedangkan untuk pelayaran, lanjut Gamal, selama April 2019, frekuensi beroperasi di pelabuhan diusahakan tercatat 51 kali, turun 19,05 persen dibandingkan Maret 2019 yang sebanyak 63 kali. Secara umum, penumpang relatif lebih memilih pelabuhan Pantoloan dan Tolitoli. Hal ini disebabkan pelabuhan kawasan Donggala lebih dominan digunakan sebagai layanan jasa angkutan barang. Jumlah penumpang yang menggunakan angkutan laut melalui pelabuhan diusahakan mencapai 1.767 orang penumpang berangkat dan 2.272 orang penumpang datang.

“Sementara itu, volume barang yang dibongkar dan dimuat melalui pelabuhan diusahakan masing-masing tercatat 32.263 ton dan 4.644 ton. Dibandingkan periode yang sama tahun 2018, frekuensi pelayaran yang beroperasi di pelabuhan diusahakan selama Januari-April 2019 mengalami penurunan sebesar 30,33 persen,” kata Gamal.

Secara umum penurunan frekuensi pelayaran tidak berpengaruh terhadap jumlah penumpang pada bulan Januari-April 2019 karena jumlah penumpang berangkat dan datang justru mengalami peningkatan masing-masing sebesar 21,39 persen dan sebesar 46,38 persen. Sementara itu untuk volume barang yang dibongkar juga mengalami peningkatan sebesar 13,17 persen, sedangkan volume barang yang dimuat mengalami penurunan sebesar 5,46 persen.

Reporter: Pataruddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas