Ketegangan antar warga di Kecamatan Banawa Selatan mulanya disebabkan knalpot bogar. (Foto: Ist)

Donggala, Metrosulawesi.id – Hari kedua perayaaan idul fitri diwarnai ketegangan antar warga di kecamatan Bansel (Banawa Selatan). Kejadian tersebut dipicu kendaraan yang menggunakan knalpot bogar.

“Kejadiannya pertamanya jelang magrib Rabu (5/6) ada warga Sarumbaya pulang main bola naik motor bogar lewat dusun Polege. Nah di situ ada kumpulan anak muda, dikiranya si anak ini buang gas karena motornya ribut, dikejarlah si anak ini dengan kelompok anak muda Polege. Pas didapat si anak ini tidak dipukul hanya ditegur saja,” kata warga, Irwan, Minggu (9/6).

Setelah mendapat teguran lanjut Irwan, si anak ini lalu melapor ke keluarganya yang ada di Sarumbaya. Keesokan pagi hari kedua Idulfitri turunlah warga Sarumbaya mengendarai empat sepeda motor dengan kekuatan sembilan orang mencari warga Polege yang melakukan peneguran terhadap si anak.

“Sampai di Polege sembilan warga Sarumbaya itu disambut lemparan batu oleh warga Polege, sehingga kesembilannya lari dan empat motornya dirusaki. Kesembilan warga itu lalu meminta bantuan kepada warga Lumbulama yang ada di pegunungan karena di antara kesembilan warga tersebut ada warga Lumbulama. Jelang beberapa menit munculnya tiga truk warga mengepung dusun Polege dan mencari perusak motor milik warga,” kisah Irwan.

Dari aksi ini tambah Irwan tidak ada korban jiwa karena warga dusun Polege sudah meninggalakn kampung dan pihak Babinsa, Polsek dan Polres bisa mengatasi amarah warga.

Terpisah, Kapolres Donggala AKBP Ferdinan Suardji yang dihubungi kemarin (10/6) mengatakan, perkara atau insiden ini masih dalam penyeleaian pihaknya.

“Iya benar sekarang dalam tahap pengurusan masalah,” singkatnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas