MEMBLUDAK - Haul Guru Tua ke 50 dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai penjuru tanah air. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Penyelenggaraan Haul Guru Tua ke 51 tahun ini dipastikan tetap lesehan (duduk bersila). Sekertaris Panitia Haul Guru Tua Ustad Subhan Lasawedi mengatakan tidak ada  perbedaan drastis pada perayaan haul tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Kita tetap didalam kompleks Alkhairaat, para jamaah itu nantinya akan tetap duduk sila ditikar yang disediakan,” Ujar Subhan, Minggu, 9 Juni 2019

Kata Subhan, pihak penyelenggara menargetkan akan menghadirkan sebanyak 30 ribu jamaah yang merupakan abnaulkhairaat dari seluruh pelosok Nusantara.

Meski begitu, dia tak menampik jika nantinya jumlah tersebut akan semakin membludak mengingat ketokohan Pendiri Yayasan Alkhairaat telah tersebar keseluruh wilayah di Indonesia.

Subhan menyebutkan, bahwa hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan akan adanya lagi tamu nasional seperti tahun sebelumnya yang dihadiri oleh Kapolri dan Panglima TNI.

“Kalau Ketua MUI Pusat Prof Ma’ruf Amin itu melalui undangan MUI Sulteng, dan informasi yang beredar sampai saat ini Ma’aruf Amin akan hadir di Haul,” Sebutnya.

Selain itu, Subhan turut menghimbau agar seluruh abnaul khairaat yang ingin memberikan kontribusinya dalam perayaan haul, dapat langsung mendatangi Masjid Alkhairaat di Jalan Sis-Aldjufri, Kompleks PB Alkhairaat setiap hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MAL hingga Ahad Kemarin, pihak panitia Haul telah mendapat sumbangan sebanyak 15 ekor sapi dari DPW NasDem Sulteng.

“Konfirmasinya sudah 15 ekor, namun akan ada lagi nantinya ketambahan lima ekor total 20 ekor itu dari DPW NasDem Sulteng,” Katanya.

Sementara itu, Perayaan Haul Guru Tua sendiri dipandang tidak hanya sebagai dakwah Islam, namun haul turut memberikan dampak ekonomis.

Tercatat, setiap tahun hotel-hotel, penginapan, di Kota Palu selalu penuh akan keberadaan para Abnaulkhairaat dan masyarakat dari berbagai provinsi di Indonesia, datang ke Kota Palu.

Seperti, dari Halmahera, Tidore, Kota Palu, Provinsi Maluku Utara, Gorontalo, Manado, Kendari, Sulawesi Selatan, Jakarta,  Kalimantan, dan Sumatera.

Bahkan, tidak hanya dari dalam negeri, tamu-tamu dan para ulama dari luar Indonesia turut hadir di Haul Guru Tua di Palu.

Guru Tua, berhasil membangun Alkhairaat. Hingga kini Alkhairaat berkembang pesat tidak hanya di Sulawesi Tengah, tetapi antara lain juga ke Gorontalo, Maluku Utara, Kalimantan, Manado, Kendari serta Sulsel. Haul Guru Tua turut menjadi momen silaturahim antarsesama manusia setelah Idul Fitri 1440 Hijriah.

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas