Home Banggai

Satu Selamat, 16 ABK Belum Ditemukan

KAPAL TENGGELAM - Tim KNKT berbincang dengan Kepala Basarnas Palu Basrano dan Kapolres Banggai AKBP M Sholeh di Pelabuhan Banggai, Sabtu 8 Juni 2019. (Foto: Abdi/ KBS)
  • KNKT Investigasi Tenggelamnya KM Lintas Timur

Palu, Metrosulawesi.id – Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai melakukan investigasi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Lintas Timur di Perairan Banggai Kepulauan, awal Juni lalu. Investigasi KNKT dilakukan untuk mengungkap penyebab kecelakaan laut tersebut.
Tim Investigasi KNKT sudah berada di Banggai sejak Sabtu 8 Juni 2019. Tim KNKT mulai melakukan investigasi atas kecelakaan kapal kargo bermuatan semen Lintas Timur.

Sebagai langkah awal, KNKT akan menggali informasi dari satu ABK yang selamat. Melalui ABK bernama Yakob ini KNKT berharap ada kepingan informasi mengenai kondisi kapal sebelum karam.

Bukan hanya itu, KNKT juga akan mendatangi pelabuhan asal di Bitung untuk mencari tahu seperti apa kondisi kapal sebelum berangkat. “Langkah awal kami akan menggali informasi dari korban selamat. Jika tidak maka kami akan mendatangi pelabuhan asal di Bitung,” kata Bambang Irawan, investigator KNKT.

Sesuai peraturan, KNKT diberi waktu minimal 3 hari untuk melakukan investigasi. KNKT juga akan berkordinasi dengan semua pihak baik TNI, Polri dan Basarnas.

Sementara itu, Direktur Operasional Basarnas RI Brigjen Budi Purnama mengatakan dengan ditemukannya satu jenazah yang mengenakan pelampung, diduga keras merupakan salah satu korban KM Lintas Timur.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi petunjuk untuk pencarian selanjutnya atas 16 korban lain yang belum ditemukan,” kata Brigjen Budi Purnama kepada wartawan di Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Sabtu 8 Juni 2019.

“Dari Marine Time Surveilance Calculation milik Basarnas di Jakarta, menunjukkan koordinat dari korban bergeser ke arah utara atau sebelah selatan di Banggai Kepulauan. Berdasarkan keterangan saksi hidup (Yakob), semua mengenakan life jacket sehingga dipastikan semuanya mengenakan life jacket. Inilah yang menyebabkan pergeserannya semakin jauh. Kita lihat sendiri kondisi cuaca di sekitat lokasi kejadian perkara (LKP) ini begitu ekstrem seperti angin kencang, gelombang tinggi dan arus yang kuat dari arah Timur ke Barat Laut dalam pekan ini,” kata Budi.

Budi menyebutkan, berdasarkan data Marine Time Surveilance Calculation, saat ini korban diperkirakan di sekitar pantai selatan Luwuk.

Tambah Budi, jenazah yang ditemukan itu akan dikirim ke RS Luwuk untuk dilakukan identifikasi oleh tim DVI Polri agar dapat memastikan apakah benar jenazah itu merupakan satu dari 17 korban KM Lintas Timur yang masih dicari.

Menurut Budi, dengan penemuan jenazah itu, maka akan mengerahkan seluruh potensi serta masyarakat untuk membantu pencarian.

Sementara, tim Basarnas dibantu TNI dan Polri masih terus melakukan pencarian terhadap 16 ABK kapal kargo Lintas Timur. Dari 18 ABK, satu orang berhasil selamat dan sedang dirawat di RS Luwuk bernama Yakob Achon Nedrupun, 33 tahun.

Data di Posko Basarnas Palu menyebutkan, KM Lintas Timur milik PT Citra Baru Adi Nusantara yang berkantor pusat di Bitung, Sulawesi Utara dan berbendera Indonesia. KM Lintas Timur berbobot mati 1.720 grosston (GT) itu sedang memuat semen dari Bitung tujuan Morowali. Kapal dengan panjang 80,20 meter dilaporkan mengalami mati mesin dan dihantam ombak.

Satu ABK yang selamat bernama Yacob Achon Nedrupun, 33 tahun.

Temukan Jenazah

Satu jenazah ditemukan mengapung di perairan Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, diduga anak buah kapal KM Lintas Timur yang tenggelam di Selat Taliabo, Provinsi Maluku Utara.

Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan/Basarnas Kota Palu, Basrano di Palu, Sabtu 8 Juni, mengatakan, jenazah diduga ABK KM Lintas Timur ditemukan oleh nelayan setempat mengenakan jaket pelampung di leher.

“Ciri-ciri jenazah tersebut mengenakan celana pendek hitam dan kaos berkerah warna gelap, serta ada tato di lengan sebelah kanan,” ungkap Basrano seperti dikutip Antara.

Setelah menerima informasi penemuan mayat sekitar pukul 10.30 WITA, dia langsung memerintahkan KM SAR Bhisma menuju lokasi penemuan korban untuk selanjutnya dievakuasi.

Guna memastikan benar atau tidaknya jenazah tersebut korban kapal tenggelam, tim SAR menyerahkan jenazah ke pihak Rumah Sakit Luwuk untuk diindentifikasi. “Jenazah ditemukan sekitar tujuh mil dari garis pantai Desa Bolubung, Kecamatan Bulagia Utara, Kabupaten Banggai, ” ujarnya.

Hingga Sabtu petang atau hari ke lima kegiatan SAR bangkai kapal dan awak KM Lintas Timur yang melibatkan TNI-AL, TNI-AU, TNI-AD dan Polri baru menemukan dua korban, satu selamat serta satu meninggal dunia.

Dia memaparkan, proses pencarian kapal tenggelam di sekitar perairan Banggai hingga laut Banda melibatkan helikopter Super Puma HR 3213 milik TNI-AU dari lanud Hasanuddin Makassar yang beroperasi sejak Jumat (7/6) yang mengangkut sekitar 14 personel.

Sebelum Super Puma dikerahkan, satu pesawat intai Boeng 737.200 TNI-AU juga terlibat dalam misi pencarian bangkai KM Lintas Timur di perairan bagian Timur Sulawesi Tengah.

“Kegiatan SAR dilakukan melalui jalur udara dan laut guna mengoptimalkan pencarian bangkai kapal dan awak KM Lintas Timur yang masih tersisa 16 orang, ” tutur Basrano.

KM Lintas Timur milik PT Citra Baru Adi Nusantara tenggelam di selat Taliabo, Provinsi Maluku Utara mengangkut 3.000 ton semen dinahkodai Martinus Matitaputi berlayar dari Pelabuhan Bitung, Manado, Sulawesi Utara menuju Morowali, Sulawesi Tengah dengan awak kapal berjumlah 18 orang dinahkodai Kapten Kapal Martinus Matitaputi pada Sabtu (1/6) sekitar pukul 14.00 WITA. (ptr/ant)

18 ABK KM Lintas Timur:

  1. Yakob Achin Nedrupun (selamat)
  2. Matita Putty Marthinus
  3. Rifki Mustafa Manif
  4. Zulkifli
  5. Muh Amri
  6. Karno
  7. Arif Utomo
  8. Rico Alvi Nugroho
  9. Baharuddin B
  10. Krisna
  11. Lukas Matrutty
  12. Yoga Rezka Maulana
  13. Lukni Maulana Kamaluddin
  14. Faisal Backogi
  15. Amis Amura
  16. La Daud
  17. Jefri (operator crain)
  18. Nur (operator crain)

Reporter: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas