Huntara yang berada di lokasi Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu yang disegel pihak pekerja lantaran belum diselesaikannya upah tukang. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)
  • Buntut Aksi Penyegelan Huntara di Kelurahan Pengawu

Palu, Metrosulawesi.id – Belum diselesaikannya pembayaran kepada pekerja hingga dilakukannya penyegelan bangunan hunian sementara (Huntara) di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, membuat pihak Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tengah angkat bicara.

Kepala  BPPW Sulteng, Ferdinand Kana Lo, memerintahkan  PT Adhi Karya,  segera membayarkan upah atau gaji tukang yang mengerjakan Huntara di Kelurahan Pengawu Kecamatan Tatanga.

“Penyegelan di Huntara Pengawu itu adalah pekerjaan PT Adhi Karya, pembayaran dana talangan sudah kami dilakukan terakhir 29 Mei kepada PT Adhi Karya untuk melunasi pembayaran kepada dua sub kontraktor,” terang Ferdinand, saat dihubungi Metrosulawesi, Sabtu 1 juni 2019.

Saat ini,  kata Ferdinand, tinggal pihak PT Adhi Karya menyelesaikan tahap pelunasan kepada dua sub-kontraktor tersebut.  PT Adhi Karya sudah membayar 50% kepada subkonnya sebelum pembayaran melalui dana talangan beberapa hari lalu.

“Saya sudah perintahkan PT Adhi Karya untuk segera temui langsung pekerja dan bayar panjar langsung ke pekerja tersebut sebelum Subkonnya menyelesaikan admin untuk bisa dibayar oleh PT Adhi Karya,” ujar Ferdinand.

Dikatakan Ferdinand, di BUMN administrasi kontrak kerja harus lengkap, misalnya laporan harian, opname progres, backup pembayaran dan lain-lain sesuai ketentuan kontrak kerjasama yang dibuat antara PT Adhi Karya dan subkon.

“Itu memang menjadi keharusan karena perusahaan BUMN akan diaudit oleh BPK,” jelasnya.

Seperti diketahui, di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, terdapat 20 unit Huntara dan 210 bilik  ditempati sedikitnya 100 Kepala Keluarga. Penghuni huntara ini merupakan korban bencana alam  (gempa bumi, likuifaksi dan tsunami) 28 Septermber 2018 lalu.  Huntara tersebut merupakan Sub kontraktor PT Adhi Karya, yakni CV Sinar Tritunggal Jaya sebanyak dua unit dan CV Cahaya Cemerlang sebanyak 18 unit. (*)

Reporter: Fikri Alihana

Ayo tulis komentar cerdas