Home Palu

BPJS Kesehatan: Libur Lebaran, Bisa Ambil Obat Lebih Awal

228
Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Palu Inrie E. F Lombok memberikan penjelasan tentang Mudik Nyaman Bersama BPJS Kesehatan di kantornya, Senin 27 Mei 2019. (Foto: Syamsu Rizal/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) khususnya penderita penyakit kronis, tak perlu khawatir soal pemenuhan obat selama libur lebaran tahun 2019.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Palu Inrie E. F Lombok menjelaskan, pengambilan obat bagi penderita penyakit kronis, dapat diambil lebih awal jika jadwal pengambilan obat penyakit kronis peserta JKN-KIS jatuh pada masa libur lebaran.

Hanya saja ada syarat teknis pelaksanaan pelayanan obat kronis bagi peserta JKN-KIS pada masa libur lebaran. Pertama, obat penyakit kronis bagi peserta JKN-KIS diberikan maksimum untuk tiga puluh hari sesuai indikasi medis dan mengacu pada formularium nasional berikut dengan ketentuannya.

Kedua jika jadwal pengambilan obat penyakit kronis Peserta JKN-KIS jatuh pada masa mudik lebaran, maka peserta dapat mengambil obat sebelum habis, lebih cepat dari jadwal pengambilan obat berikutnya.

Ketiga, untuk obat Program Rujuk Balik (PRB) maka Peserta JKN-KIS dapat mengambil obat di Apotek PRB. Selanjutnya, keempat untuk obat penyakit kronis di FKRTL maka Peserta JKN-KIS dapat mengambil obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Untuk peserta PRB, peserta dapat mengambil obat di apotek PRB daerah tujuan mudik dengan ketentuan, diresepkan oleh dokter FKTP di daerah tujuan dan membawa buku kontrol program rujuk balik atau surat pengantar untuk mengetahui jenis obat yang dari dokter di FKTP asal untuk mengetahui jenis obat yang diresepkan,” katanya.

Adapun nutuk penderita penyakit kronis non stabil dapat mengambil obat di FKRTL daerah tujuan mudik. Tapi, juga ada ketentuan yakni membawa surat rujukan dari FKTP setempat, diresepkan oleh dokter di FKRTL setempat, surat rujukan berlaku 1 kali untuk diagnosa dan tujuan rujukan yang sama, dan maksimal kunjungan satu kali sebulan (tidak ada fragmentasi).

Diketahui, saat ini telah dikembangkan fitur aplikasi Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan (SIPP) di rumah sakit untuk pendaftaran bayi baru lahir peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan perhitungan denda layanan, sehingga peserta tidak perlu datang ke Kantor BPJS Kesehatan.

Di samping itu, masyarakat juga tetap dapat menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 yang beroperasi 24 jam termasuk hari minggu dan libur, untuk memperoleh informasi atau menyampaikan pengaduan.

Reporter: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas