Home Sulteng

Kemenag Sulteng Optimis Terapkan PTSP

Ratna Muthmainnah. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng optimis tahun ini Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) akan diterapkan oleh seluruh Kantor Kemenag kabupaten/kota di Sulteng.

Kepala Sub Bagian Umum Kanwil Kemenag Sulteng Ratna Muthmainnah mengatakan PTSP merupakan program Kemenag dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. PTSP telah diresmikan oleh Menag Lukman Hakim Syaifudin pada 17 September 2018 lalu. Dikesempatan itu, Menag menegaskan, agar seluruh Kemenag kabupaten/kota wajib memiliki PTSP.

“Hingga saat ini di Sulteng dua Kemenag kabupaten yang sudah melounching PTSP. Kemenag Poso di bulan Maret dan Kemenag Banggai di Luwuk April 2019,” ujarnya di ruang kerjanya, Senin, 27 Mei.

Dikatakannya, saat launching di Kemenag Banggai bertepatan pelaksanaan Rapat koordinasi (Rakor) kepala Kemenag Se Sulteng, sehingga dihadiri oleh seluruh kepala Kemenag kabupaten/kota. Dikesempatn itu Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, H. Rusman Langke kembali mengamanatkan kepada seluruh Kepala Kemenag untuk menargetkan lounching PTSP dilakukan tahun ini.

“Selambat-lambatnya kalau bisa September 2019 sudah dilounching semua. Kecuali dua Kemenag yang belum punya kantor, yakni Banggai Kepulauan dan Marowali Utara,” terangnya.

Ratna menyampaikan, pasca Poso dan Banggai dalam waktu dekat akan menyusul juga lounching PTSP di Kemenag Buol, Toli-toli, Tojo Una-una (Touna) dan Banggai Laut (Balut).

“Empat kabupaten itu sudah ancang-ancang. Mereka sudah siapkan mulai dari SDMnya hingga fasilitasnya. Tinggal nanti dari Kanwil mensuport dalam hal, mungkin membantu untuk aplikasinya kemudian pembekalan SDMnya,” jelasnya.

Menurut Ratna, untuk Sumber Daya Manusia (SDM) pihaknya memberdayakan yang ada, baik PNS maupun tenaga honorer yang memiliki potensi untuk diberdayakan. Untuk sarana dan prasarana jika mengharapkan anggaran khusus untuk PTSP diakuinya tidak sepenuhnya maksimal., tetapi semua akan terpenuhi jika adanya kerjasama antara seluruh seksi yang ada.

“Insa Allah bisa, kalau diestimasi kemarin kita berusaha memaksimalkan fasilitas yang ada dulu, yang penting ada dan sederhana segala kekurangan nanti dikembangkan di tahun 2020. Yang pentingkan sebenarnya sistemnya berjalan. Ada satu ruangan khusus, perlengkapan yang standarkan hanya komputer. Kalau dikantorkan rata-rata komputer sudah ada, tidak harus yang baru kan. Bisa juga kita memanfaatkan alat-alat yang sudah ada,” jelas Ratna.

Dijelaskannya lagi, PTSP adalah program Kemenag RI yang menginginkan layanan di Kemenag itu terpadu dari bawah sampai keatas. Bahkan, berdasarkan rencana jangka panjang jika di kemenag kabupaten/kota sudah selesai, akan diberlakukan juga pada madrasah dan KUA.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas