Kepala BI Sulteng Miyono (tengah) menyampaikan konferensi pers terkait penukaran uang receh, Selasa 21 Mei 2019. (Foto: Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)
  • Penukaran Uang Receh Dilaksanakan Dua Hari di Lapangan Pogombo

Palu, Metrosulawesi.id – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah akan menggelar kegiatan penukaran uang receh jelang Lebaran di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

Kegiatan itu akan digelar selama dua hari. Selain BI Sulteng, penukaran uang receh juga akan dihadiri oleh 19 perbankan yang ada di daerah ini. Kegiatannya akan berlangsung pada 27-28 Mei 2019 nanti.

“Sudah kita putuskan, penukaran dilakukan 27-28 Mei di Lapangan Pogombo, Lapangn kantor pak Gubernur,” ungkap Kepala BI Sulteng Miyono, Selasa 21 Mei 2019 petang.

Kata dia, pertimbangan dilaksanakannya penukaran uang receh pada tanggal tersebut mengingat THR baru akan dicairkan pada tanggal 24 Mei nanti.

“Ya biar msyarakat punya modal dulu ditukaran untuk Lebaran,” kata dia.

Pada kegiatan itu, setiap bank akan menyediakan modal Rp174 juta per hari untuk kebutuhan penukaran uang receh masyarakat. Totalnya Rp6,6 miliar untuk dua hari penukaran, naik sekitar 20 persen dari tahun lalu.

Meski begitu, Bank Indonesia juga tetap menyiapkan stok uang receh bagi perbankan yang kehabisan pasokan untuk kebutuhan masyarakat.

Dalam penukaran nanti, setiap masyarakat dibatasi untuk menukarkan uang receh sebesar Rp3,9 juta dengan pecahan Rp20 ribu maksimal Rp2 juta, pecahan Rp10 ribu maksimal Rp1 juta, pecahan Rp5 ribu maksimap Rp500 ribu, serta pecahan Rp2 ribu maksimal Rp400 ribu.

“Nnti kita dirikan stand dan beberap mobil kas keliling perbankan untuk melayani msyarakat,” ungkapnya.

Kata Niyono, tahun lalu penukaran uang receh tidak terlalu padat, sehingga penukaran uang receh kali ini pun diyakini akan berlangsung lancar.

“Padatnya paling cuma pada saat ambil kupon, saat penyelenggara lancar. Kita sudah antisipasi,” jelasnya.

Penukaran uang receh nanti akan dilaksakan mulai pukul 09.00 hingga 14.00 Wita, selama dua hari, 27-28 Mei 2019.

“Masyarakat mulai sekarang bisa siap-siap untuk tukarkan uangnya di sana.”

Miyono juga berharap agar masyarakat memanfaatkan betul kesempatan penukaran uang receh tersebut. Dia juga tidak menginginkan ada oknum tertentu yang menyalahgunakan penukaran uang receh, semisal menjual kembali ke masyarakat.

“BI tidak mau lagi melihat ada masyarakat menjual lagi uang rupiah. Kalau mau tukar ya datang,” tandasnya.

Selain itu, masyarakat yang memiliki uang rupiah yang kondisinya rusak atau kusut dapat menukarkan langsung ke kantor BI. BI melayani penukaran uang rusak setiap hari di kantornya.

Reporter: Tahmil Burhanudin
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas