Terlihat aktifitas transaksi di PT Pegadaian Syariah Cabang Palu Plaza. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Dibandingkan dengan tahun sebelumnya pascabencana 28 September 2018 lalu. Tingkat menggadaikan barang yang dilakukan oleh masyarakat di PT Pegadaian Syariah Cabang Palu Plaza menurun awal ramadan hingga menjelang hari raya idul fitri 1440 Hijriyah.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Asisten Manager Pegadaian Syariah Cabang Palu Plaza, Rachmat Djafar kepada Metrosulawesi, Selasa (21/5/2019). Menurutnya, nasabah Pegadaian Syariah kebanyakan para pedagang yang ingin menambah modal usaha.

“Kalau melihat kondisi sekarang ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena mungkin pasca gempa, jadi peningkatan pertumbuhan gadai tidak terlalu signifikan,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan peningkatan dari pertumbuhan gadai masyarakat saat ini masih tetap terlihat. Namun, hanya mencapai sekitar 50 persen. Selain itu, kata Rahmansyah, emas masih tetap mendominasi barang gadaian.

“Jika dilihat di tahun lalu bisa mencapai dua kali lipat aktivitas gadai, ini kemungkinan perekonomian masyarakat juga belum terlalu stabil, tetapi jika dilihat dari sisi presentasi pertumbuhan yang naik itu gadai kendaraan bermotor, ” ujarnya.

Rahmat menjelaskan, menjelang lebaran kebanyakan nasabah juga melakukan pelunasan barang gadaian. Sementara itu, dana yang dikucurkan oleh pihak Pegadaian Syariah kepada nasabah itu tidak terbatas.

“Apapun permintaan pasar kita pasti siapkan, tidak ada dana khusus di sini. Kalau di hitung omset dari gabungan beberapa Pegadaian syariah sebulan bisa mencapai Rp6 – Rp10 miliar jika normal transaksinya,” jelasnya.

Sedangkan, omset di tahun ini, Rahmat enggan memberikan komentar terkait itu. Pertumbuhan omset di PT Pegadaian Syariah Cabang Palu Plaza di tahun lalu bisa mencapai di atas 20%.

“Kalau angka tidak bisa kita sebutkan riilnya untuk omset tahun ini. Apalagi, kami terima kebijakan khusus dari kantor pusat hanya sekitar 15%,” terangnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas