SUASANA BELAJAR - Sejumlah siswa SD Al Azhar Mandiri Palu saat mengikuti belajar di salah satu kelas, Kamis, 16 Mei 2019. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala SD Al Azhar Mandiri Palu Hamdia Ali S Pd mengungkapkan, mengawali Ramadan 1440 Hijriah, SD Al Azhar Mandiri Palu telah menggelar kegiatan Pesantren Kilat selama tiga hari, 8-10 Mei 2019.

“Meskipun kegiatan itu telah selesai dilaksanakan, namun materi-materi tentang keagamaan yang diberikan ke siswa seperti sholat, puasa, dan bersuci tetap diberikan oleh para guru untuk diajarkan ke siswa,” kata Hamdia di Palu, Kamis, 16 Mei 2019.

Hamdia mengatakan, pada Ramadan ini, para siswa masuk belajar pukul 08.00 wita pagi sampai bada Dzuhur atau pukul 12.00 wita.

“Di bulan ramadan ini kami tidak banyak menggelar kegiatan-kegiatan, para siswa hanya menerima materi tentang apa itu sholat, puasa dan bersuci,” katanya.

Kata dia, di hari terakhir Pesantren Kilat, SD Al Azhar juga mengadakan buka puasa bersama dengan orang tua siswa. Tujuannya untuk menjalin silahturahim antara guru, orang tua dan siswa.

Hamdia Ali, SPd. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

“Dari angkatan pertama hingga kedua, peningkatan ilmu keagamaan alhamdulillah cukup baik, karena metode pembelajaran agama di SD Al Azhar yang lebih diajarkan itu tentang makhorijul huruf ayat Al Quran,” jelasnya.

Sebenarnya kata Hamdia, SD Al Azhar lebih mengedepankan basic sains, tetapi untuk keagamaan tetap juga didahulukan. Tidak sama dengan sekolah-sekolah yang lebih mengedepankan siswa untuk menghafal Al Quran.

“SD Al Azhar berbeda dengan sekolah-sekolah penghafal Quran, yang diutamakan di SD Al Azhar dalam bidang keagamaan adalah dari sisi tajwid membaca Al Quran, meskipun para siswa lambat menghafal Al Quran, tetapi tajwid mereka membaca ayat-ayat Al Quran sudah cukup sempurna,” ujarnya.

Hamdia berharap, SD Al Azhar Palu dapat meluluskan siswa yang cerdas dan berakhlak, sesuai motto SD Al Azhar.

Sementara itu, terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), SD Al Azhar Mandiri Palu telah selesai melaksanakannya. Jumlah siswa yang mendaftar di sekolah tersebut sebanyak 168 siswa, namun yang diterima hanya 84 siswa.

“Untuk tahun ini kami sudah akan memiliki angkatan ke tiga, untuk masuk di SD Al Azhar. Para siswanya hanya di tes kematangan dengan melihat umur siswa tersebut. Karena sesuai aturan, siswa yang diterima minimal berusai 6 tahun,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas