Home Ekonomi

Pemda Diminta Bentuk Timsus Tangani Elpiji

RAPAT - Ombudsman RI Perwakilan Sulteng rapat bersama Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulteng, Polda Sulteng, Pertamina Area Palu, Kabag Ekonomi Kota Palu, Kabag Ekonomi Donggala, Kabag Ekonomi Sigi dan DPC VII Hiswana Migas Sulteng di Palu, Rabu, 22 Mei 2019. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Ombudsman Perwakilan Sulawesi Tengah rapat bersama Pememrintah Daerah (Pemda) Sulteng membetuk tim khusus (timsus) menangani kenaikan harga dan kelangkaan gas elpiji.

Permintaan tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Ombudsman Sulteng H Sofyan Farid Lembah saat rapat bersama Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulteng, Polda Sulteng, Pertamina Area Palu, Kabag Ekonomi Kota Palu, Kabag Ekonomi Donggala, Kabag Ekonomi Sigi dan DPC VII Hiswana Migas Sulteng di Palu, Rabu, 22 Mei 2019.

“Kasus ini selalu berulang dari tahun ke tahun, kami menginginkan Pemprov dan Pemkot/Pemkab serta pihak terkait untuk membentuk tim khusus yang menangani masalah kenaikan harga dan kelangkaan LPG,” ujar Sofyan.

Menanggapi itu, Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Richard Arnaldo Djanggola mengatakan pihaknya memberikan perhatian besar atas penjualan elpiji bersubsidi. Dia mengatakan Pemprov telah menyampaikan surat imbauan kepada kabupaten/kota untuk melakukan penertiban kepada penjual yang bukan pangkalan resmi.

“Dalam waktu dekat kami akan membentuk satuan khusus terkait pengawasan LPG serta akan dilakukan pengkajian terkait dengan HET,” ujar Richard.

Sementara pihak Pertamina memastikan bahwa kelangkaan yang terjadi tidak terkait dengan jumlah kuota elpiji. Pertamina memastikan jumlah kuota cukup. Adapun yang terjadi di lapangan adanya perilaku pangkalan yang tidak taat aturan.

Beberapa waktu lalu pihak pertamina telah melakukan pemutusan hubungan usaha kepada empat pangkalan. Masalah yang terjadi sesungguhnya adalah adanya pengecer yang tidak resmi yang melakukan penjualan jauh diatas HET.

Untuk Pemerintah Kota Palu dan Sigi telah mengeluarkan surat edaran kepada pangkalan yang di tembuskan kepada kepolisian. Permasalahan elpiji di Donggala juga sama dengan daerah lain yaitu kenakalan pengecer yang memainkan harga.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas