Home Sulteng

Kemenag Kucurkan Rp3 M untuk Perbaikan 47 Masjid

Sofyan Arsyad. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah telah mengucurkan dana sebesar Rp3 miliar untuk 47 masjid di daerah terdampak bencana yang ada di Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong (Padagimo).

“Bantuan itu disalurkan di 14 masjid di Kota Palu, 19 masjid di Sigi, 8 masjid di Donggala dan 6 masjid di Parigi, sehingga totalnya itu sebanyak 47 masjid dan pembangunannya itu menggunakan dana sebesar Rp3 miliar,” jelas Kepala Seksi Urais dan Pembinaan Syariah Bidang Bimas Islam, Kanwil Kemenag Sulteng Sofyan Arsyad, melalui ponselnya, Rabu, 22 Mei 2019.

Kemudian kata Sofyan, ada juga dana bantuan dari seluruh ASN Kemenag se- Indonesia, yang dibantu sekitar Rp800 juta dengan menyasar masjid, yakni: dua masjid di Palu, tiga di Sigi, dua di Donggala dan satu di Parigi.

“Masing-masing masjid yang dibantu melalui dana dari ASN itu sebesar Rp 100 juta, sementara untuk bantuan sebesar Rp3 miliar itu disalurkan bervariasi ada sebanyak Rp50 juta, ada juga Rp95 juta, jadi dananya bervariasi disalurkan untuk perbaikan masjid,” katanya.

Olehnya itu kata Sofyan, jika di totalkan semua masjid yang telah di bantu oleh Kemenag dan sejumlah ASN Kemenag se-Indonesia sebanyak 55 Masjid.

“Untuk dana Rp3 miliar itu merupakan bantuan dari APBN Kemenag Pusat yang disalurkan ke Kemenag Sulteng, untuk perbaikan rumah ibadah di wilayah terdampak bencana,” ujarnya.

Sofyan mengatakan dana dari pusat baru dikucurkan itu pada akhir tahun 2018 kemarin, penggunaan dana ini ditargetkan tiga bulan.

“Dana yang diberikan ini modelnya dalam bentuk stimulan, artinya bahwa melihat kondisi masjid tersebut, jika rusak berat tentunya kita bantu membangun pondasinya dan lainya, karena tidak mungkin dengan dana itu kita membangun masjid baru tentunya tidak cukup. Jadi pemberian dana ini sifatnya stimulan,” ujarnya.

Kata Sofyan, bantuan ini merupakan dana awal untuk membangun masjid agar bakit kembali, jika misalnya ada rewalan atau masyarakat lainnya yang ingin membantu masjid itu disilakan.

“Kita tidak mungkin membangun satu masjid, sementara masih ada masjid lainya masih perlu bantuan, olehnya itu dalam pemberian bantuan ini sifatnya stimulan, bagi masjid yang rusak sedang maka mereka perbaiki mungkin sebagian yang rusak,” katanya.

Sofyan berharap, masjid ini selain mendapat dukungan pemerintah juga milik masyarakat, olehnya itu diharapkan dalam pendanaanya jika bisa dilibatkan masyarakat yang aktif untuk menyelesaikanya.

“Jadi memang rata-rata masjid yang kita bantu itu, setelah itu mengunakan swadaya masyarakat sehingga tidak bayar tukang dan lainya. Jadi itu dikelola masyarakat, sehingga mereka memanfaatkan dana itu bagaimana masjid itu bisa bangkit kembali,” ungkapnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas