Home Hukum & Kriminal

Gubernur Minta Penyebar Hoaks Ditangkap

SILATURAHMI KEBANGSAAN - Gubernur H Longki Djanggola saat silaturahmi kebangsaan dan buka puasa bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Sulteng di Palu, Senin, 20 Mei sore. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Pasca memasukkan pengaduan ke Polda Sulteng, Gubernur H Longki Djanggola berharap kepolisian bergerak cepat mengusut berita hoaks yang merugikan nama baiknya secara pribadi dan selaku orang nomor satu di Pemerintahan Provinsi Sulawesi Tengah.

Gubernur meminta Polda Sulteng segera menangkap pembuat dan penyebar hoaks yang menyebut dirinya membiayai aksi people power. Permintaan ini disampaikan saat silaturahmi kebangsaan dan buka puasa bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Sulteng di Palu, Senin, 20 Mei sore.

“Saya ingin bukti bahwa pembuat hoaks harus kena jerat hukum karena ini fitnah luar biasa,” ujar gubernur.

Gubernur mengatakan pembuat dan penyebar hoaks harus diusut tuntas agar tidak ada lagi kejadian serupa. Kalau seorang gubernur saja dikatakan bisa menjadi korban hoaks, tentu kejadian serupa akan menerpa masyarakat biasa.

“Saya kira ini pekerjaan kita sama-sama. Saya selaku gubernur meminta kasus ini harus tuntas dan harus diangkat di pengadilan,” tegasnya.

Silaturahmi kebangsaan dan buka puasa bersama digelar sebagai penguat silaturahim antara kalangan dan elit yang ada di Sulawesi Tengah. Penguatan bukan hanya ukhuwah islamiyah atau persaudaraan sesama muslim, tapi lebih luas lagi yaitu ukhuwah atau persaudaraan kebangsaan.

“Saya mengajak para tokoh dan elit yang ada hendaknya ikut menjaga kesetiaan terhadap empat konsensus berbangsa yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandas gubernur.

Seperti diketahui, Gubernur Longki Djanggola mengadukan tiga akun yang ikut menyebar berita hoaks yang mencatut namanya ke Polda Sulteng, Senin, 20 Mei 2019. Berita hoaks, hasil editan yang seolah-olah terbitan salah satu media cetak itu sempat viral di media sosial facebook, Ahad, 19 Mei 2019.

Kepala Biro Humas Setdaprov Sulteng Haris Kariming mengatakan pihaknya sudah melaporkan penyebaran hoaks yang mencatut nama gubernur ke Polda Sulteng. Dua hal yang menjadi aduan, yakni perbuatan tidak menyenangkan dan pelanggaran UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).

“Kita sesuai instruksi dari pak Gub (Gubernur), kita Biro Humas didampingi Biro Hukum Pemda Sulteng melakukan pelaporan awal mengenai berita hoaks itu,” terang Haris kepada wartawan saat ditemui di lobi Ditreskrimsus Polda Sulteng, Senin 20 Mei 2019.

Adapun tiga nama pemilik akun yang dilaporkan ke penyidik yakni inisial DQ, MH dan YB. Dari ketiga akun tersebut salah satu merupakan Anggota DPRD Sulawesi Tengah, YB.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas