Home Palu

Besaran Zakat Fitrah di Palu Rp28.000/Jiwa

Dr H Mun’im Godal. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu menetapkan besaran zakat fitrah tahun 1440 Hijriah atau 2019 Masehi dibulatkan sebesar Rp28.000 perjiwa, dengan perkiraan harga beras di pasar setempat sebesar Rp11 ribu per kilogram.

“Alhamdulillah kami telah observasi kemarin di lapangan, ada beberapa toko penjual beras kami cek harganya. Jadi kita ambil harga beras yang bagus itu Rp11 ribu per kilogram, tetapi saya kira harga itu sudah terjangkau,” kata Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kemenag Kota Palu Mun`im Godal, melalui ponselnya, Senin, 20 Mei 2019.

Mun’im mengatakan untuk zakat fitrah perkilonya 2,5 Kg atau 3,5 liter perjiwa, jika dihitung Rp11 ribu perkilo berarti semuanya Rp27,500 ribu.

“Namun kami bulatkan saja Rp28.000 ribu perjiwa, Insya Allah surat penetapanya hari ini (kemarin-red) sudah diproses untuk ditandatangan,” ujar Mun’im.

Kata Mun’im, besaran zakat fitrah yang diuangkan ini sesuai dengan harga pasaran di Kota Palu, harga Rp11 ribu itu sangat tidak terjangkau.

“Zakat itu penting untuk mebersihkan diri kita, apalagi untuk kita berbagi kepada masyarakat Islam yang ada di Kota Palu,” katanya.

Sebelumnya Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Kanwil Kemenag Sulteng, Ramli mengungkapkan besaran zakat fitrah baru dalam bentuk makanan pokok tahun ini sebesar 2,5 kg beras per jiwa atau sebanyak 3,5 liter per jiwa.

“Namun dalam bentuk uang disesuaikan dengan harga pasaran di kabupaten atau kota di Sulteng,” kata Ramli, belum lama ini.

Ramli mengimbau umat Islam agar menunaikan zakat fitrah ataupun zakat maal selama bulan Ramadan, sebab waktu akhir penyetoran zakat fitra ini di 30 hari puasa.

Dalam ajaran Agama Islam, Zakat Fitrah merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan. Zakat Fitrah adalah satu rangkaian yang tidak terpisahkan dengan ibadah puasa Ramadan.

Zakat Fitrah berfungsi untuk mensucikan harta yang dimiliki seseorang dari segala kotoran yang selama ini terkumpul saat bermuamalah dengan sesama manusia.

Zakat Fitrah juga dapat membersihkan (Fitrah) diri dan jiwa, dan mendapatkan pahala yang begitu banyak. Kewajiban dalam Membayar Zakat Fitrah sudah banyak dijelaskan di dalam Firman Allah SWT dan sabda Rasullullah SAW.

Nabi SAW bersabda yang artinya: “puasa bulan Ramadan digantungkan antara langit dan bumi, dan tidak akan diterima (dengan sempurna oleh Allah SWT) kecuali dengan Zakat Fitrah”.

Biasanya, Zakat Fitrah harus sudah dikeluarkan sebelum salat Idul Fitri berlangsung. Atau beberapa hari menjelang salat Idul Fitri. Karena, hal tersebut akan menjadi pembeda antara Zakat Fitrah dengan zakat yang lainnya.

Sebagaimana hadits Rasulullah saw, yang artinya: “Dari Ibnu Umar ra Rasulullah SAW mewajibkan Zakat Fitrah satu sha’ kurma, atau gandum bagi muslim yang hamba dan muslim yang merdeka laki-laki maupun perempuan, baik muslim anak-anak ataupun orang tua. Dan hendaklah Zakat Fitrah ditunaikan sebelum orang-orang selesai mengerjakan halat id”.

“Barangsiapa yang menunaikan zakat fitri sebelum shalat Id maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat Ied maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud).

Untuk perhitungan Zakat Fitrah dengan ajaran Agama Islam yaitu sebesar 1 Sha yang berarti 4 Mud dan untuk 1 Mud bernilai 676 Gram. Adapun cara menghitung Zakat Fitrah yang lebih sederhana ialah dengan membayar beras sebanyak 2,5 kilogram.

Sedangkan, untuk jumlah uang yang bisa dibayarkan untuk membayar Zakat Fitrah sebagai ganti makanan pokok sendiri yaitu harga per kilogram makanan pokok dikali jumlah Zakat Fitrah yang dibayarkan.

Reporter: Djunaedi, Pataruddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas