Ketua I Dewan Adat Kota Palu, Dr Timudin Bouwo, Msi. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Pelaksanaan Pemilu 2019 di Kota Palu, yang baru beberapa bulan diterpa bencana alam, tergolong aman dan kondusif, serta jujur, keterbukaan, dan tentunya Demokratis.

Hal itu mendapat tanggapan Positif dari seperti yang di sampaikan oleh Ketua I Dewan Adat Kota Palu, Dr.Timudin Mangera Bouwo Msi, kepada Metro Sulawesi melalui seluler Selasa 14 Mei 2019, mengapresiasi penyelenggaraan pemilu 2019, di Kota Palu.Dirinya mengatakan bahwa Pemilu 2019 di Kota Palu sudah menunjukan peningkatan kwalitas, dengan tingginya tingkat partisipasi masyarakat Kota Palu, untuk memberikan hak suaranya.

“Untuk tingkat natralitas penyelenggara Pemilu 2019 di Kota Palu, dikarenakan transparansi terkait dengan data-data Pemilu 2019, baik itu di tingkat KPPS, BPS, hingga KPU, saat dimintakan oleh siapapun itu, entah itu dari media, parpol, maupun LSM, penyelenggara Pemilu pasti berikan,” tambahnya.

Dirinya juga mengatakan merasa bersyukur bahwa penetapan calon anggota legislatif yang terpilih di kota palu dari empat dapil, telah di ketahui oleh masyarakat yang mana saya kira pelaksanaan pemilu yang dilakukan KPU Kota Palu saya kira Sukses begitupun dengan Provinsi.

“Keinginan kita sebagai warga negara Indonesia, telah terwujud sebagaimana di katakan dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah, dapat di simpulkan bahwa semoga kita semua selalu di lindungi dan selalu merasa aman serta dapat beraktifitas dengan lancar,” ucapnya.

Timudin, juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak Keamanan, entah itu dari Polri ataupun TNI, yang selalu hadir ditengah-tengah tempat penyelenggaraan Pemilu, baik di KPU hingga di TPS, saat pemungutan suara, yang dapat mencegah hal-hal yang tidak di inginkan terjadi, hingga Kamtibmas Kota Palu dapat terjaga.

Terkait dengan rencana adanya aksi People power, Ketua I Dewan Adat Kota Palu itu mengatakan bahwa masyarakat sudah melakukan people power, dengan mekanisme kontitusi, dengan memberikan hak suaranya, di Pemilu 2019, baik Pileg maupun Pilpres, jadi kegembiraan rakyat dengan telah melaksanakan Pemilu pada 17 april kemarin, jangan diciderai dengan ambisi yang digelorakan sejumlah elit politik, untuk melakukan gerakan rakyat yang disebutnya people power.

Karenanya, menurut Ketua I Dewan Adat Kota palu itu, warga kota palu saat ini masih fokus untuk kembali membangun Kota Palu, setelah bencana alam September lalu, dan jangan terhasut atau terprovokasi atas ajakan people power tersebut.

“Jangan mudah terhasut, marilah kita bersama bergandengan tangan, untuk kembali membangun Kota Palu yang damai,” imbaunya.

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas