Home Sulteng

Zakat Fitrah Tahun Ini, 2,5 Kg Beras Per Jiwa

1162
Ramli. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)
  • Dalam Bentuk Uang Disesuaikan Harga di Daerah

Palu, Metrosulawesi.id – Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tengah telah menetapkan besaran zakat fitrah dalam bentuk makanan pokok tahun ini sebesar 2,5 kg beras per jiwa atau sebanyak 3,5 liter per jiwa. Penetapan itu dilakukan pada 14 Mei 2019 lalu.

Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Kanwil Kemenag Sulteng, Ramli mengungkapkan besaran zakat fitrah baru dalam bentuk makanan pokok.

“Namun dalam bentuk uang disesuaikan dengan harga pasaran di kabupaten atau kota di Sulteng,” kata Ramli kepada Metrosulawesi, Jumat, 17 Mei 2019.

Ramli mengimbau umat Islam agar menunaikan zakat fitra ataupun zakat maal selama bulan Ramadan, sebab waktu akhir penyetoran zakat fitra ini di 30 hari puasa.

Sementara Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Palu Mun’im A. Godal mengungkapkan, saat ini pihaknya masih akan mengecek besaran harga beras di pasaran, untuk daerah lain mungkin besaran harga zakat fitra jika diuangkan Rp12 ribu perkilogram.

“Namun untuk di Kota Palu saya masih akan melakukan pengecekan di pasar (lapangan) berapa sebenarnya harga beras, sehingga nanti kita bisa ambil rata-rata,” katanya.

Mun’im mengatakan jika secara kilo gram hitungannya besaran zakat 2,5 Kg, jika diliterkan menjadi 3,5 liter. Namun untuk harga pasarannya masih akan dihitung dulu oleh Kemenag Kota Palu.

“Jika misalnya Rp12 ribu, nanti tinggal dikalikan saja dengan 2,5 kg berarti sekitar Rp30 ribuan perkilonya. Hanya saja belum diketahui berapa harga pasar di Palu, Insya Allah Senin baru akan kita keluarkan surat untuk penetapan besaran zakat jika diuangkan,” jelasnya.

Dalam ajaran Agama Islam, Zakat Fitrah merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan. Zakat Fitrah adalah satu rangkaian yang tidak terpisahkan dengan ibadah puasa Ramadan.

Zakat Fitrah berfungsi untuk mensucikan harta yang dimiliki seseorang dari segala kotoran yang selama ini terkumpul saat bermuamalah dengan sesama manusia.

Zakat Fitrah juga dapat membersihkan (Fitrah) diri dan jiwa, dan mendapatkan pahala yang begitu banyak. Kewajiban dalam Membayar Zakat Fitrah sudah banyak dijelaskan di dalam Firman Allah SWT dan sabda Rasullullah SAW.

Nabi SAW bersabda yang artinya: “puasa bulan Ramadan digantungkan antara langit dan bumi, dan tidak akan diterima (dengan sempurna oleh Allah SWT) kecuali dengan Zakat Fitrah”.

Biasanya, Zakat Fitrah harus sudah dikeluarkan sebelum salat Idul Fitri berlangsung. Atau beberapa hari menjelang salat Idul Fitri. Karena, hal tersebut akan menjadi pembeda antara Zakat Fitrah dengan zakat yang lainnya.

Sebagaimana hadits Rasulullah saw, yang artinya: “Dari Ibnu Umar ra Rasulullah SAW mewajibkan Zakat Fitrah satu sha’ kurma, atau gandum bagi muslim yang hamba dan muslim yang merdeka laki-laki maupun perempuan, baik muslim anak-anak ataupun orang tua. Dan hendaklah Zakat Fitrah ditunaikan sebelum orang-orang selesai mengerjakan halat id”.

“Barangsiapa yang menunaikan zakat fitri sebelum shalat Id maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat Ied maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud).

Untuk perhitungan Zakat Fitrah dengan ajaran Agama Islam yaitu sebesar 1 Sha yang berarti 4 Mud dan untuk 1 Mud bernilai 676 Gram. Adapun cara menghitung Zakat Fitrah yang lebih sederhana ialah dengan membayar beras sebanyak 2,5 kilogram.

Sedangkan, untuk jumlah uang yang bisa dibayarkan untuk membayar Zakat Fitrah sebagai ganti makanan pokok sendiri yaitu harga per kilogram makanan pokok dikali jumlah Zakat Fitrah yang dibayarkan.

Misalnya, jika harga 1 kilogram beras sebesar Rp 12.000 maka tinggal dikalikan 2,5 kilogram sehingga Zakat Fitrah yang dibayarkan jumlahnya Rp 30.OOO.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas