PASOKAN DITAMBAH - Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan, Pertamina menambah pasokan LPG tabung 3 Kg bersubsidi sebanyak 11,9%. Tampak antrian permintaan gas 3 kg di Pasa Murah yang digelar Disperindag Palu pekan lalu. (Foto: Metrosulawesi/ Tahmil Burhanudin)
  • Pertamina Sudah Antisipasi Kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri

Palu, Metrosulawesi.id – Selama bulan suci Ramadan hingga menjelang Hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, PT Pertamina memastikan stok kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman di Provinsi Sulawesi Tengah.

Unit Manager Comm & CSR PT Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi jumlah kebutuhan tersebut dengan menambah stok dan melakukan pengecekan agar tidak terjadi kendala distribusi dari depot sampai ke masyarakat.

“Pertamina siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan menjaga ketahanan stok dan mempersiapkan pengelolaan distribusi BBM dan LPG dengan baik untuk mengantisipasi peningkatan permintaan pada periode bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 H,” katanya kepada wartawan, Sabtu 11 Mei 2019.

Lanjut Hatim, Pertamina MOR VII juga sudah mempersiapkan pola RAE (Regular Alternative on Emergency) jika terjadi kendala distribusi BBM/LPG di supply point tertentu. Dengan melakukan koordinasi dengan Hiswana Migas, Pemerintah Daerah, Aparat Kepolisian dan Instansi terkait lainnya.

“Demi terciptanya keamanan dan suasana yang kondusif dalam menjaga kelancaran distribusi BBM. Kami sudah kordinasikan dengan beberapa instansi terkait,” katanya.

Dia memaparkan, memastikan terjadi peningkatan konsumsi pada hampir semua jenis BBM mamasuki Ramadan hingga Idul Fitri nanti.

“Kami sudah prediksi peningkatan konsumsi tersebut berdasarkan pengalaman Ramadan dan lebaran tahun lalu serta trend konsumsi selama tahun 2019 ini,” ujarnya.

Hatim Ilwan. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Untuk BBM Bersubsidi (PSO) jenis Premium, misalnya, Pertamina memprediksi peningkatan konsumsi sebesar 1,9% dari rerata harian normal sebesar 589 Kiloliter menjadi sebesar 600 Kiloliter per hari. Sedangkan untuk konsumsi solar cenderung turun sebesar 2% dari rerata konsumsi harian normal sebesar 357 Kiloliter turun menjadi 350 Kiloliter per hari.

Peningkatan signifikan justru terjadi pada BBM berkualitas (Non PSO). Pertamax Turbo diperkirakan meningkat sebesar 12,5% dari rerata harian normal sebesar 270 Liter menjadi sebesar 300 Liter per hari. Bahkan untuk jenis Pertamax diprediksi melonjak signifikan sekitar 13% dari rerata harian normal sebesar 14.000 Liter menjadi 16.000 Liter per hari.

Sama halnya dengan Pertalite yang diprediksi meningkat sebesar 5,3% dari rerata harian normal sebesar 465 Kiloliter hingga menjadi 490 Kiloliter per hari. Dexlite pun demikian, bahan bakar berkualitas jenis Gasoil ini diprediksi meningkat 6,1% dari rerata harian normal sebesar 9.400 Liter menjadi 10.000 Liter per hari.

Pasokan LPG di Sulteng juga mengalami peningkatan. Untuk LPG Tabung 3 Kg bersubsidi, Pertamina telah menambah pasokan sebanyak 11,9% atau sebanyak 169 Metrik Ton (MT) yakni setara 56.333 tabung per hari dari konsumsi harian normal sebesar 151 MT atau setara 50.333 tabung per hari. “Selain itu khusus untuk LPG Non PSO, Pertamina juga telah menambah stok harian hampir 15% yaitu dari 7 Metrik Ton (MT) menjadi 8 MT,” ujar Hatim.

Dengan ditambahkannya pasokan BBM dan LPG di Sulteng.

“Pertamina berharap dukungan masyarakat, pemda, aparat keamanan dan juga teman-teman media untuk bersama-sama mengawasi konsumsi BBM dan LPG, khususnya penyaluran LPG tabung 3 Kg agar bisa tepat sasaran dan sesuai peruntukkannya,” jelas Hatim.

Pertamina tak segan-segan dalam menerapkan sanksi kepada agen ataupun pangkalan.

“Jika terdapat pangkalan menjual LPG 3 Kg subsidi melebihi HET (harga eceran tertinggi) yang ditentukan pemerintah serta melakukan penjualan ke pengecer dalam jumlah besar, pasti kami tindak,” tegasnya.

Sebagai upaya pelayanan BBM dan LPG yang terbaik, diharapkan partisipasi aktif dari masyarakat. Apabila terdapat saran dan aduan terkait distribusi BBM dan LPG, informasi dapat disampaikan melalui Call Center Pertamina di nomor 135 atau Contact Center Pertamina di 1 500 000.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas