Rapat bersama pimpinan OPD/Camat se Kabupaten Donggala yang dipimpin Sekab Aidil Nur siang kemarin. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)
  • Pemkab Donggala akan Berhentikan

Donggala, Metrosulawesi.id – Pemkab Donggala akan memberhentikan tenaga honorer yang tersebar di OPD/kantor kecamatan untuk efisiensi anggaran yang ditaksir mencapai 64 miliar.

“Keputusan memberhentikan tenaga honor itu atas instruksi bupati yang kemudian ditindaklanjuti pada pertemuan hari ini,” kata Sekab Aidil Nur.

Kata Adil, tenaga honorer sudah tidak terkontrol lagi, karena banyak ditemukan proses rekrutmen improsedural alias main angkat saja sehingga data honorer tak ada kejelasan bahkan pembiayaan untuk tenaga honorer pun juga tidak jelas.

“Hari ini kita samakan data terkait jumlah honorer, begitu juga segi pembiayaaan atau gaji, karena data atau pembiayan honor selama satu tahun Rp 64 miliar ini pun masih simpang siur, saya minta Bappeda dan Keuangan bisa menjelaskan ini, begitu juga terkait jumlah honorer BKPSDM harus memberikan data real,” sebutnya.

Sementara itu Kepala Bappeda Donggala Rustam Efendi menjelaskan, berdasarkan hitungan Bappeda beban APBD untuk pembiayaan tenaga honorer mencapai 35 miliar, dana sebesar ini tak sebanding dengan kinerja tenaga honorer.

“Kami juga belum mengetahui dana 65 miliar itu hitungan dari mana, bisa saja ada data honorer belum terinput ke kami, tapi data kami di Bappeda hanya 35 miliar saja pembiayaan honorer,” jelasnya.

Kepala BKPSDM Abdulahan Lahinta menyebutkan kalkulasi atau jumhlah tenaga honorer memang selalu berubah-ubah bahkan di BAKN pun tidak berkesesuain sebelumnya data honorer 4000-an lebih kemudian setelah dilakakan validasi data honorer di setiap OPD/ camat membengkak menjadi 7000-an lebih.

“Nah dari 7000-an ini apakah orangnya masih ada? Saran kami honorer harus dibuatkan kontrak kerja selama satu tahun, dalam kontrak kerja itu dicantumkan item atau syarat yang mengikat sehingga para honorer bekerja disiplin kemudian OPD/camat bisa mengevaluasi honorernya selama satu tahun jika memang dianggap berkualitas perpanjang kontraknya kalau tidak putuskan kontraknya,” saran Lahinta.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas