Home Sulteng

Pemprov Siapkan Kompensasi Sapi Produktif

250
Greesje Kuhu. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Untuk mewujudkan sejuta sapi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan kompensasi bagi peternak agar sapi betina produktif tidak disembelih. Hal ini diungkapkan ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Sulteng Greesje Kuhu di Palu, Senin, 6 Mei 2019.

“Tapi untuk tahun ini sasaran kita hanya di tiga kabupaten yaitu Donggala, Parigi Moutong dan Tojo Unauna,” ungkapnya.

Greesje menjelaskan kompensasi itu akan diberikan saat didapati ada sapi betina produktif hendak disembelih lewat RPH (Rumah Potong Hewan). Peternak akan menerima kompensasi berupa uang setara harga sapinya.

Namun program tersebut kata Greesje masih terbatas anggaran sehingga untuk tiga kabupaten yang menjadi sasarannya hanya bisa disiapkan untuk 48 ekor sapi betina produktif. Anggaran masing-masing kabupaten untuk 16 ekor sapi betina produktif.

“Dengan keterbatasan anggaran tersebut kami mengimbau masyarakat agar tidak memotong sapi betina produktif,” ujarnya.

Greesje optimis program sejuta sapi di Sulawesi Tengah pada 2021 mendatang bisa terwujud.

Untuk Sulteng sendiri lumbung penghasil ternak sapi terbesar masih berada di Kabupaten Banggai, Sigi, Donggala, Tojo Unauna dan Morowali. Setiap tahunnya lima kabupaten tersebut menyumbang kebutuhan daging sapi pada perayaan hari besar keagamaan di Sulteng.

Sepanjang tahun 2018, total kebutuhan pemotongan sapi di Sulteng sebanyak 31.846 ekor. Dari jumlah itu, angka pembagian setiap bulannya berbeda mengacu perayaan hari besar keagamaan pada bulan-bulan tertentu seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, dan Natal.

Mengacu tahun sebelumnnya, yang perlu diwaspadai di daging sapi kurban hanya cacing hati. Cacing hati sapi kerap ditemukan petugas pengawas kesehatan hewan berdasarkan pemeriksaan petugas kesehatan ternak. Hati sapi yang ada cacingnya tidak layak untuk dikonsumsi.

Olehnya Greesje mengimbau masyarakat agar memotong ternak sapi lewat RPH. Imbauan tersebut disampaikan mengingat dalam momentum Ramadan dan Lebaran pemotongan ternak sapi akan meningkat.

“Kalau lewat RPH kualitas daging terjamin karena telah melalui pemeriksaan petugas hewan,” pungkasnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas